RADAR MALIOBORO – Kepolisian Nasional Spanyol berhasil menangkap Wilmer “Pipo” Chavarria, pemimpin geng narkoba paling berpengaruh di Ekuador, Los Lobos. Penangkapan ini diumumkan langsung oleh Presiden Ekuador, Daniel Noboa, yang menyebut operasi tersebut sebagai langkah bersejarah dalam memerangi kejahatan terorganisir lintas negara.
Chavarria ditahan di kota Malaga setelah bertahun -tahun bersembunyi di Eropa. Menurut Presiden Noboa, sang gembong criminal sempat memalsukan kematiannya pada 2021, dengan keluarganya mengklaim ia meninggal akibat serangan jantung karena Covid-19. Namun, kenyataannya ia tetap aktif mengendalikan jaringan kriminal dari luar negeri, termasuk penambangan illegal dan perintah pembunuhan di Ekuador.
Los Lobos, yang berarti “Serigala”, yang dikenal sebagai salah satu organisasi kriminal paling ditakuti di Ekuador dengan jumlah anggota mencapai 8.000 orang. Baik pemerintah Ekuador maupun Amerika Serikat telah menetapkan kelompok ini sebagai organisasi teroris. Pada Juni 2024, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap Los Lobos dan menggambarkan sebagai kelompok dengan ribuan anggota yang berkontribusi besar terhadap meningkatnya kekerasan di Ekuador.
Menteri Dalam Negeri Ekuadot, John Reimberg, yang turut hadir di Spanyol saat operasi berlangsung, menyebut penangkapan Chavarria sebagai “hari bersejarah” bagi negaranya. Pemerintah berharap momentum ini dapat melemahkan jaringan kriminal yang selama ini memperparah situasi keamanan domestik.
Dalam beberapa tahun terakhir, angka kekerasan dan pembunuhan di Ekuador melonjak tajam. Meski tidak memproduksi kokain, posisi geografis negara tersebut yang berbatasan dengan Peru dan Kolombia menjadikannya jalur transit utama perdagangan narkoba internasional. Persaingan antar geng untuk menguasai jalur distribusi semakin memperburuk kondisi keamanan dan menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat.
Penangkapan Wilmer “Pipo” Chavarria menjadi pukulan telak bagi Los Lobos sekaligus simbol keberhasilan kerja sama internasional dalam memberantas kejahatan lintas negara. Meski demikian, tantangan besar masih menanti Ekuadot untuk menekan dominasi geng narkoba yang telah lema mengcengkeram negeri tersebut.
(Hanifah Okta)
Editor : Iwa Ikhwanudin