Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengepel Lantai Pakai Air Panas, Lebih Bersih atau Justru Berisiko?

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 31 Desember 2025 | 22:07 WIB
Ilustrasi mengepel di lantai kayu (AstraLandIndonesia)
Ilustrasi mengepel di lantai kayu (AstraLandIndonesia)

RADAR MALIOBORO - Air panas memang dikenal lebih efektif meluruhkan noda, minyak, dan kotoran membandel. Suhu tinggi membantu kotoran lebih mudah terangkat dibandingkan air dingin, apalagi jika dipadukan dengan cairan pembersih lantai. Tak heran, banyak yang menganggap mengepel dengan air panas sebagai solusi cepat agar lantai kembali bersih dan segar.

Namun, penggunaan air panas tidak selalu aman untuk semua jenis lantai. Sebagian besar lantai di Indonesia menggunakan lantai keramik, porselen, vinyl, atau bahkan kayu laminasi.

Untuk keramik dan porselen, air panas masih relatif aman jika digunakan sesekali. Tapi pada lantai vinyl dan kayu, air panas justru berisiko merusak permukaan, membuat lantai mengelupas, melengkung, atau kehilangan kilapnya.

Selain itu, mengepel dengan air panas juga perlu memperhatikan frekuensi. Jika dilakukan terlalu sering, perubahan suhu ekstrim dapat mempercepat kerusakan lantai, terutama pada lantai yang ventilasinya kurang baik dan cenderung lembap.

Untuk perawatan harian, air dingin yang dicampur cairan pembersih lantai sebenarnya sudah cukup efektif menjaga kebersihan kamar kos. Air panas sebaiknya hanya digunakan sesekali, misalnya saat lantai sangat kotor atau berminya.

Singkatnya, mengepel lantai dengan air panas memang bisa membantu membersihkan noda berat, tetapi bukan solusi utama untuk pemakaian rutin.

(Affrendi Kurniawan) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#mengepel lantai #kayu #lantai