RADAR MALIOBORO - Masyarakat Jawa memiliki tradisi unik yang masih lestari hingga kini, yaitu Padusan. Tradisi ini dilakukan menjelang datangnya bulan Ramadhan, umumnya oleh masyarakat di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Padusan melibatkan proses penyucian diri sebagai simbol spiritual dan pembersihan diri dari dosa.
Apa itu Padusan?
Kata Padusan berasal dari bahasa Jawa ‘adus’ yang berarti mandi. Secara umum, Padusan merupakan tradisi tahunan yang inti kegiatannya adalah mandi sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan. Makna Padusan tidak hanya sebatas membersihkan tubuh, tetapi juga menyucikan diri secara lahir maupun batin agar memasuki bulan puasa dengan hati dan pikiran yang bersih.
Tradisi ini berakar dari kebudayaan Jawa kuno yang kemudian diadopsi oleh masyarakat Jawa Islam. Padusan ini dijadikan sarana untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan tujuan membersihkan jiwa dan raga dari dosa serta mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.
Di mana Lokasi Padusan?
Padusan biasanya dilakukan di sumber mata air alami seperti, sungai, umbul, atau sendang. Di sejumlah daerah di Jawa Tengah salah satunya Klaten, lokasi Padusan biasanya dilakukan di Umbul Kemanten, Umbul Ponggok, Umbul Brondong, Umbul Brintik, dan umbul lainnya.
Meski zaman terus berubah, tradisi Padusan tetap bertahan dan memperkuat identitas masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh makna.
(Nabila Kurnia Ekahapsari)
Sumber : Antara dan Wikipedia