Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Unik, Nonton Konser Pakai Headphone: Silent Gigs Simak Sahur Digelar di Sleman

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 27 Februari 2026 | 13:43 WIB

Simak Sahur, silent gigs garapan Hectic Creative, Kamis malam (26/2/2026) di Lestari Corner Coffee Maguwoharjo.
Simak Sahur, silent gigs garapan Hectic Creative, Kamis malam (26/2/2026) di Lestari Corner Coffee Maguwoharjo.

SLEMAN - Deretan anak muda duduk tenang dengan headphone terpasang di kepala, di tengah sunyinya Kamis malam (26/2/2026). 

Mereka bukan sedang memutar lagu dari ponsel, melainkan menikmati konser musik sambil menunggu waktu sahur.

Mereka menyebutnya Simak Sahur, silent gigs garapan Hectic Creative yang menghadirkan pengalaman menonton konser secara intim dan personal.

Konsep silent gigs ini menjadi warna baru dalam program rutin Simak Siar chapter ke-27. Digelar menjelang sahur. Pertunjukan musik mini tersebut memungkinkan penonton menikmati setiap detail suara melalui headphone khusus.

Tanpa dentuman speaker besar, suasana terasa lebih khidmat, hangat, dan tetap penuh energi. Tanpa mengganggu lingkungan sekitar. Kegiatan berlangsung di Lestari Corner Coffee Maguwoharjo. 

Project Officer Dyan Putri Amelia menyebut ini sebagai konser silent gigs pertama yang mereka gelar. Seluruh perangkat headphone didatangkan langsung dari Jakarta lengkap dengan operator profesional.

“Dengan konsep ini, penampilan setiap band tidak riuh dan tidak mengganggu wilayah sekitar. Vibenya seperti mendengarkan radio atau podcast, tapi live,” ujar Dyan.

Program Simak Siar sendiri rutin digelar setiap Kamis di akhir bulan dengan jumlah penonton terbatas. Nama “Simak” diambil dari bahasa terbalik “Kamis”. Memasuki bulan Ramadan, konsep tersebut dikemas khusus menjadi Simak Sahur.

Setiap edisi mengusung genre musik berbeda. Pada chapter kali ini, sejumlah band lokal turut meramaikan panggung, di antaranya Ruzan & Vita, The Bunbury, Noire, Paulus Neo, dan Nammara.

Salah satu penonton, Agus mengaku terkesan dengan pengalaman silent gigs tersebut. “Rasanya unik banget. Kita tetap bisa menikmati musik dengan detail suara yang jernih, tapi suasananya tetap tenang. Lebih fokus dan terasa intimate,” kata Agus.

Dyan menambahkan Simak Sahur tidak sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi wadah pengembangan industri musik lokal Jogjakarta.

Baca Juga: Mahasiswa UIN Suska Riau Alami Pembacokan di Area Kampus

Melalui konsep kolaboratif dan inovatif seperti silent gigs, Hectic Creative berupaya memperkuat ekosistem kreatif sekaligus menghadirkan alternatif hiburan yang lebih ramah lingkungan dan eksklusif.

Format akan terus berbeda dengan atmosfer yang lebih personal setiap bulannya. Sehingga akan memunculkan rasa penasaran penonton. 

"Simak Sahur membuktikan bahwa konser musik tak selalu harus bising untuk tetap berkesan," pungkasnya. (naf)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#sahur #Kamis #simak #konser #silent