Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Keratin Treatment Berbeda dengan Smoothing dan Rebonding

Naila Nihayah • Sabtu, 27 Januari 2024 | 17:30 WIB
TETAP WASPADA: Keratin treatment tetap menggunakan bahan kimia dan berbau tajam. Bagi yang memiliki kulit sensitif, bisa memicu kulit kepala dan area wajah menjadi iritasi, seperti luka bakar.
TETAP WASPADA: Keratin treatment tetap menggunakan bahan kimia dan berbau tajam. Bagi yang memiliki kulit sensitif, bisa memicu kulit kepala dan area wajah menjadi iritasi, seperti luka bakar.

RADAR MALIOBORO - Selama kurang lebih dua tahun belakangan ini, keratin treatment menjadi satu tren perawatan rambut yang banyak diminati. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah perawatan ini berbeda dengan smoothing ataupun rebonding. Sebab, perawatan itu lebih konsentrasi untuk mengendalikan kerusakan pada rambut agar sehat kembali. Bukan semata untuk meluruskan rambut saja.

Menurut Dosen Tata Rias dan Kecantikan UNY Cheristine Ulina Tarigan, keratin treatment merupakan jenis perawatan rambut untuk mengendalikan kekusutan rambut. Bukan untuk meluruskan rambut. Namun, mengendalikan rambut yang mengembang, kering, serta rusak. Sehingga lebih rapi, dan anak rambut lebih mudah diatur.

Dia pun pernah menggunakan keratin treatment dan merasakan perbedaannya. Satu di antaranya rambut lebih bercahaya dan lebih sehat dari sebelumnya. “Biasanya ada anak rambut yang keluar. Setelah pakai (keratin treatment, Re), tidak ada (anak rambut keluar, Red). Tapi, dia tidak bisa meluruskan,” ujarnya saat dihubungi kemarin (26/1).

Cheristine menyebut, penggunaan keratin dianggap lebih aman dibanding krim smoothing maupun rebonding. Meski sama-sama menggunakan bahan kimia. Namun, risiko penggunaan krim smoothing maupun rebonding untuk ibu hamil lebih tinggi. Sekitar 60 persen. Sementara risiko keratin tidak setinggi itu.

Kendati demikian, keratin treatment cenderung lebih mahal dibanding perawatan lainnya. Karena ada banyak kandungan bahan di dalamnya dan dapat menggantikan keratin rambut yang hilang. Bahkan, lanjut dia, satu botol krim keratin kecil harganya Rp 178 ribu. Belum ditambah dengan jasanya.

Sebetulnya, rambut rusak, mengembang, patah, maupun kusut, kandungan vitamin atau keratinnya sudah berkurang. Dia mencontohkan, rambut yang rusak ketika ujungnya diberdirikan, cenderung tegang. Lantaran tidak ada kandungan vitamin di batang rambut.

Sementara rambut yang sehat, ketika diberdirikan akan langsung jatuh. Nutrisi itulah yang didapat dari keratin treatment. Walaupun hanya keratin buatan, bukan alami. "Keratin treatment ini kalau bisa dipakai untuk usia 17 tahun ke atas," bebernya.

Namun, lanjut dia, penggunaan keratin ini tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan alergi bagi orang yang memiliki sensitivitas tinggi. Hal itu bisa memicu kulit kepala dan area wajah menjadi iritasi, seperti luka bakar. Bahkan, krim keratin sebetulnya tidak boleh dihirup. Karena berbau tajam.

Cheristine mengatakan, tingkat ketahanan keratin itu sekitar 12 minggu atau 3 bulan saja. "Saya mengamati ada beberapa oknum salon yang mengatakan keratin tidak merusak rambut. Padahal itu hanya promosi. Sedangkan krim yang digunakan tetap di-mix dengan krim rebonding atau smoothing. Ya memang hasilnya lurus," sebutnya.

Namun, kata dia, hal itu tidak sesuai dengan tujuan keratin treatment guna mengurangi kekusutan rambut. Terlebih, masih banyak orang yang memahami bahwa keratin treatment sama dengan smoothing. Ketidakfahaman itulah yang dimanfaatkan oleh pengguna jasa untuk menawarkan treatment rambut dengan harga yang fantastis.

Dia melanjutkan, sebetulnya keratin treatment bisa dilakukan sendiri di rumah. Sebab pengaplikasiannya sama dengan krim creambath. Yakni dengan mengoleskannya di rambut dengan kondisi setengah basah.

Kemudian, ditunggu sampai kering atau bisa menggunakan hairdryer. Barulah pengguna bisa mencatok rambutnya dan dicuci bersih. Untuk menjaga ketahanan keratinnya, pengguna bisa menggunakan creambath yang mengandung keratin. Agar vitamin yang sudah ada pada rambut, bisa bertahan dan tidak rusak. Namun setelah sekitar 12 minggu, rambut akan kembali seperti semula. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#perawatan rambut #keratin treatment