Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hati-hati, Punya Kebiasaan Mencabut Uban? Ini Efeknya yang Jarang Diperhatikan

M
Kebiasaan mencabut uban harus segera dihindari.
Kebiasaan mencabut uban harus segera dihindari.

RADAR PURWOREJO - Bagi sebagian besar orang, uban sering dikaitkan dengan tanda-tanda penuaan, stres, atau perubahan hidup.


Advertisement

Namun, ternyata kebiasaan mencabut uban bukanlah solusi yang tepat.

Bukannya menghilangkan uban, kebiasaan mencabut uban ini malah bisa membawa masalah serius pada kesehatan rambut dan kulit kepala.

Lalu, mengapa kebiasaan mencabut uban harus dihindari?

Advertisement

Sebelum lebih jauh, salah satu anggapan yang sering muncul dalam kebiasaan mencabut uban adalah uban akan tumbuh lebih banyak lagi.

Namun, ternyata anggapan tersebut hanyalah mitos tanpa dasar landasan ilmiah yang benar.

Uban tidak akan menular ke rambut lain.

Advertisement

Tetapi, rambut akan berubah menjadi putih jikalau sel pigmen di folikel benar-benar mati.

Keadaan ini tak lain karena setiap sel rambut hidup pada folikelnya masing-masing.

Maka, apabila folikelnya telah mati rambut tersebut akan berubah menjadi putih.

Secara singkat, apa yang terjadi pada satu folikel tidak akan berpengaruh pada folikel lainnya.

Banyak orang percaya, dengan mencabut uban rambut akan kembali hitam normal. Padahal itu hanya kebiasaan sia-sia.

Uban yang dicabut tetap akan tumbuh uban, begitu seterusnya.

Di sisi lain, mencabut uban dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Tempat di mana uban di cabut, di situ folikel akan mengalami trauma.

Sehingga resiko terburuknya, folikel tidak akan bisa lagi menumbuhkan rambut dan akhirnya kepala akan mengalami kebotakan.

Tidak hanya berhenti di situ saja, kebiasaan mencabut uban ternyata juga bisa menyebabkan infeksi serius.

Terutama jika kebiasaan tersebut dilakukan tanpa memperhatikan faktor kebersihan.

Untuk itu, solusi yang dapat dilakukan ketika mendapati uban adalah dengan memotongnya.

Memotong uban harus dilakukan dengan hati-hati, jangan dicabut.

Memotong lebih direkomendasikan karena tidak akan mempengaruhi folikel pada rambut.

Selain itu, cara menyamarkan uban dapat dilakukan dengan pewarna rambut atau menerima perubahan tersebut.

Sehingga dengan solusi-solusi tersebut, diharapkan rambut akan tetap aman dari resiko kebotakan dan infeksi bakteri. (Ahmad Yinfa Cendikia)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Mitos atau Fakta: Benarkah Mencabut Uban Bisa Memicu Uban Baru?

Mitos atau Fakta: Benarkah Mencabut Uban Bisa Memicu Uban Baru?

Benarkah mencabut satu uban membuat uban baru tumbuh lebih banyak? Simak penjelasan medis tentang uban, melanin, dan risiko mencabut rambut putih.

Kenapa Kucing Suka Menungging Saat Dielus? Ini 4 Alasannya

Kenapa Kucing Suka Menungging Saat Dielus? Ini 4 Alasannya

Lagi mengelus punggung kucing, tiba-tiba dia malah menungging, mengangkat pantatnya tinggi-tinggi ke arah tanganmu. Untuk yang belum paham bahasa tubuh kucing, gerakan ini bisa terlihat aneh, bahkan sedikit menggemaskan

Doomscrolling: Kenapa Kita Sulit Berhenti Membaca Berita Buruk?

Doomscrolling: Kenapa Kita Sulit Berhenti Membaca Berita Buruk?

Niatnya hanya mengecek ponsel sebentar sebelum tidur. Namun, tanpa sadar satu jam berlalu dengan membaca berita bencana, konflik, hingga kasus kriminal. Pikiran makin cemas, tetapi jari terus menggulir layar. Kebiasaan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer