Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan Menuju Mandiri Melalui Hawker Roti

KEMENTERIAN Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dan Sari Roti berkolaborasi dalam program pemberdayaan ekonomi bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) agar menjadi mandiri melalui profesi hawker atau penjual keliling.
Kolaborasi tersebut untuk mendorong penerima manfaat bantuan sosial (Bansos) untuk beralih ke program kemandirian ekonomi. Wilayah pelaksanaan dari program kemitraan ini telah berjalan dan difokuskan di area Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi bersama Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos bersama PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Guna menandai beroperasinya kemitraan ini, kerja sama tersebut dilaunching oleh Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, sesaat setelah mewisuda 2087 KPM Graduasi di Klaten yang berlangsung di halaman Gedung Graha Bung Karno, Buntalan, Klaten Tengah, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/06/2026).
Wamensos RI Agus Jabo Priyono mengatakan, dalam rangka pengoptimalisasian pengentasan kemiskinan di tanah air kita ini, selain telah meluncurkan berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat, pemerintah juga mencoba melakukan kolaborasi dengan pihak swasta. “Salah satu kolaborasi yang sudah kami lakukan adalah menggandeng Sari Roti ini,” kataya kepada wartawan usai melaunching program tersebut.
Kolaborasi ini adalah untuk melibatkan para penerima PKH sebagai penjual kelilng produk Sari Roti. “Pokoknya harus selalu semangat, jangan pernah menyerah. Jika ada permasalahan, laporkan dan bertanyalah kepada para pendamping,” kata Wamensos berpesan kepada para penerima PKH yang sudah bergabung sebagai penjual keliling roti Sari Roti.
Untuk tahap awal, Kemensos menergetkan tahun ini minimal sudah bisa terdapat 500 an orang yang terlibat sebagai penjual keliling roti tersebut. Saat launching Selasa (30/06/2026) di Klaten, dihadirkan 20 orang yang sudah melakukan penjualan roti dari program ini. Mereka datang ada yang dari DIY (Kota Yogyakarta dan Sleman) dan dari Jawa Tengah (Klaten, Karanganyar, dan Sukoharjo).
Salah seorang dari mereka, Azam (Dari Sleman) mengaku bahwa dirinya sudah melakukan penjualan roti secara keliling dalam beberapa hari terakhir ini. Jarak tempuh yang dikelilingi setiap harinya kurang lebih 3 km. “Untuk saat ini, per harinya saya baru mampu menjual rata rata 200 pieces roti. Yang paling laku roti yang harganya Rp 6 ribu per pieces dan Rp 8 ribu per pieces,” katanya.
Hal yang sama dikatakan Widodo warga Bayat. Widodo mengaku, program ini sangat membantu perekonomian keluarganya. Widodo yang sebelumnya juga sebagai pengecer cemilan, merasa terbantu dengan keikutsertaannya sebagai penjual roti keliling ini. “Sangat membantu mas. Menjadi nilai tambah penghasilan keluarga kami,” ujar pria yang anak laki lakinya baru masuk SMK Negeri Trucuk ini.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sebagai tuan rumah tempat launchingnya program kolaborasi Kemensos RI dengan Sari Roti ini memberi acungan jempol kepada Kemensos RI yang telah melakukan berbagai program dalam rangka pengentasan kemiskinan masyarakat di tanah air, tak terkecuali di Klaten.
Mas Bupati semakin bangga dan bahagia saat mendengar dua warganya yakni yang berasal dari Trucuk dan Cawas yang notabene keluarganya sebagai penerima bantuan PKH, mau bergabung sebagai penjual roti keliling yang mana roti yang dijual merupakan produk perusahaan ternama.



