Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uji Kompetensi Berstandar Internasional Dibuka di Sekolah Vokasi UGM

A
Penulis: Agung Dwi Prakoso❯
Simbolis: Penandatanganan MOU dan Persemian CTC Sekolah Vokasi UGM di Gedung Departemen Ekonomi dan Bisnis UGM, Rabu (9/11/2025). 
Simbolis: Penandatanganan MOU dan Persemian CTC Sekolah Vokasi UGM di Gedung Departemen Ekonomi dan Bisnis UGM, Rabu (9/11/2025). 

RADAR MALIOBORO - Competency Test Center (CTC) mulai dibuka di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM).


Advertisement

CTC ditujukan bagi mahasiswa sarjana terapan, untuk memunculkan calon pekerja yang bertalenta dan bersertifikasi sehingga mempunyai daya saing di dunia industri.

Dekan Sekolah Vokasi UGM Prof Agus Maryono menyebut, Sebab, program ini diproyeksikan tidak hanya mendorong mahasiswa vokasi lebih berkompeten.

Namun juga membuka peluang bertambahnya para lulusan vokasi yang berdaya saing untuk membantu pembangunan Indonesia.

Advertisement

"Saat ini ada 7.800 mahasiswa vokasi, tahun depan target meningkat jadi 8.500 dan setiap tahunnya diharapkan bisa meningkat lagi," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong agar seluruh kegiatan magang mahasiswa vokasi di sebuah perusahaan mendapatkan upah.

Sebab, upah tersebut sebagai suatu penghargaan dan bentuk profesionalisme baik untuk perusahaan maupun anak magang.

Advertisement

"Kalau ada upah, nanti anak magang juga akan lebih banyak mendapatkan ilmu teknisnya karena perusahaan memperlakukan mereka secara profesional dengan target perusahaan," jelasnya.

CTC merupakan hasil kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Internasional TUV Rheinland dan PT Indoasia Sinergi Sejahtera.

"Ada tiga prinsip untuk orang sukses yakni education, experience dan exposure," ujar

Head Of Training and Personnel Certification TUV Rheinland Indonesia, Dian Suprapto, saat ditemui di Departemen Ekonomika dan Bisnis (DEB) UGM, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, CTC yang saat ini sudah ada di Departemen Ekonomika dan Bisnis serta Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya, Sekolah Vokasi UGM itu akan memenuhi prinsip exposure khususnya bagi mahasiswa maupun dosen.

Mereka bisa mendapatkan sertifikat keahlian yang berstandar internasional sebagai pegangan mencari pekerjaan.

"Orang yang pinter dan berpengalaman kalau belum punya exposure nanti juga tidak kelihatan di market industri kerja, mereka tidak punya bukti," bebernya.

Materi CTC akan disesuaikan dengan kebutuhan industri kerja.

Supaya para peserta ketika lolos dari uji kompetensi tersebut otomatis sudah siap menghadapi tantangan dunia kerja, terlebih dalam penyeuaian teknologi maupun digital.

CEO PT Indo Asia Sinergi Sejahtera Sapto Hariyono menyampaikan sertifikat yang didapatkan dalam keikutsertaan CTC fungsinya sama dengan Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Bisa digunakan sebagai pendamping ijazah mahasiswa setelah lulus study.

Selain ditujukan kepada para mahasiswa UGM, CTC tersebut juga bisa diakses mahasiswa di kampus lain di Jogja.

"Mereka akan mendapat semacam SKPI tapi ini standar Internasional," ujarnya.

CTC diharapkan dapat berdampak positif tidak hanya untuk mahasiswa vokasi tapi juga mahasiswa lain.

Sebab, materi kompetensi juga beragam di antarannya data analitik, digital marketing dan sebagainya.

"Kami ingin mahasiswa ketika lulus sudah punya kompetensi yang menempel," bebernya. (oso)

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Di Balik Ijazah 6 Tahun, Ada Tangis, Lelah, dan Semangat Pantang Menyerah

Di Balik Ijazah 6 Tahun, Ada Tangis, Lelah, dan Semangat Pantang Menyerah

Lulus kuliah 6 tahun bukanlah kegagalan, melainkan kisah perjuangan panjang mahasiswa menghadapi masalah ekonomi, tuntutan kerja, dan tekanan sosial demi meraih gelar sarjana.

Tak Sekadar Bawa Bantuan, Mahasiswa Hadir Pulihkan Trauma Korban Gempa NTT

Tak Sekadar Bawa Bantuan, Mahasiswa Hadir Pulihkan Trauma Korban Gempa NTT

Pemulihan warga setelah bencana tidak selalu terlihat dari bangunan yang kembali berdiri. Di balik kondisi fisik yang perlahan dibenahi, masih ada rasa takut yang harus dihadapi para penyintas.

Anak Kost Jogja Wajib Tahu, Cuci Cuma 10rb Udah Kering Langsung Pakai

Anak Kost Jogja Wajib Tahu, Cuci Cuma 10rb Udah Kering Langsung Pakai

Bagi mahasiswa baru yang tinggal di kost, urusan mencuci pakaian seringkali jadi hal yang memakan waktu dan cukup merepotkan. Di tengah sibuknya kuliah, mengerjakan tugas, mencuci pakaian jadi pekerjaan tambahan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer