Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PGRI Jateng Menolak Kembalinya Sekolah Enam Hari

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Ilustrasi kegiatan literasi di SMAN Colomadu, Karanganyar (foto: jawapos)
Ilustrasi kegiatan literasi di SMAN Colomadu, Karanganyar (foto: jawapos)

RADAR MALIOBORO – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah mengekspresikan penolakan yang tegas terhadap rencana penerapan kembali sistem sekolah enam hari untuk jenjang SMA/SMK. PGRI berpendapat bahwa sistem lima hari sekolah yang saat ini diterapkan telah memenuhi kebutuhan pendidikan siswa, orang tua, dan guru.


Advertisement

Ketua PGRI Jateng, Muhdi, menilai wacana ini sebagai suatu kemunduran. Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah mengubah sistem dari enam hari menjadi lima hari berdasarkan pertimbangan yang matang, terutama untuk mendukung waktu berkualitas anak bersama keluarga.

Alasan Penolakan PGRI Jateng

PGRI Jateng menyoroti beberapa alasan mendasar atas penolakan ini, antara lain:
1. Sistem Lima Hari Sudah Memadai: Kebijakan lima hari dinilai ideal untuk mendukung kebutuhan pendidikan semua pihak, termasuk siswa dan orang tua.
2. Waktu untuk Keluarga: Sistem ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk menikmati dua hari libur, yang penting untuk sosialisasi dan interaksi dengan keluarga serta masyarakat.
3. Pengembangan Diri Guru: Waktu bebas yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh guru untuk meningkatkan kualitas profesionalisme mereka.

Advertisement

PGRI Jateng juga menekankan beberapa dampak negatif yang mungkin timbul jika sekolah enam hari diterapkan, seperti:
• Beban Fisik dan Mental: Meningkatnya risiko kelelahan pada siswa akibat penambahan hari belajar.
• Berkurangnya Waktu untuk Pengembangan Diri: Siswa akan kehilangan waktu untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler atau hobi yang dapat mengembangkan soft skills mereka.
• Ketidakadilan terhadap Guru: Kebijakan ini juga dipandang tidak adil bagi guru, terutama yang berasal dari daerah luar kota.

PGRI Jateng mendesak pemerintah untuk tidak terburu-buru dalam mengubah kebijakan pendidikan hanya berdasarkan pertimbangan sementara. Muhdi menegaskan bahwa PGRI siap berkontribusi dengan masukan yang konstruktif dan berharap dapat terlibat dalam diskusi mengenai wacana ini.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih melakukan kajian terperinci terkait wacana sekolah enam hari untuk SMA/SMK. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, mengungkapkan bahwa kajian ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan pakar pendidikan, serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang khawatir akan meningkatnya ketergantungan anak pada teknologi.

Advertisement

(Laeli Musfiroh)

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Dinding Jebol dan Lapuk, Siswa SD di Bekasi Tetap Belajar di Tengah Ancaman Bangunan Ambruk

Dinding Jebol dan Lapuk, Siswa SD di Bekasi Tetap Belajar di Tengah Ancaman Bangunan Ambruk

Semangat belajar siswa SDN Sukajadi 03, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, diuji oleh kondisi ruang kelas yang jauh dari kata layak. Di tengah dinding yang jebol dan sejumlah bagian bangunan yang rusak.

Siswa Kelas 9 Tembaki Sekolahnya Sendiri di Thailand, Bunuh Diri Usai Bersembunyi di Lantai 3 

Siswa Kelas 9 Tembaki Sekolahnya Sendiri di Thailand, Bunuh Diri Usai Bersembunyi di Lantai 3 

Suara tembakan yang mulanya dikira petasan itu ternyata sungguhan. Seorang siswa berusia remaja diduga membuka tembakan di dalam kompleks Debsirin Nonthaburi School, Sekolah menengah pertama dengan sekitar 3.000 siswa..

Beda dari yang Lain, SMA Islam Al Azhar 9 Jogja Kenalkan Olahraga Golf ke Siswa Baru Saat MPLS, Lahirkan Bibit Atlet

Beda dari yang Lain, SMA Islam Al Azhar 9 Jogja Kenalkan Olahraga Golf ke Siswa Baru Saat MPLS, Lahirkan Bibit Atlet

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 sudah berakhir. Sisa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Berbicara MPLS, langkah tak biasa diambil SMA Islam Al Azhar 9 Jogja..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer