Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Waspada! Dino Patti Djalal Ingatkan Risiko Besar Kehadiran Israel di Board of Peace, Foto Salaman Prabowo-Netanyahu Bisa Jadi Propaganda Dahsyat

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 12 Februari 2026 | 22:32 WIB
Photo
Photo

RADAR MALIOBORO – Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengeluarkan peringatan keras terkait keikutsertaan Israel dalam Board of Peace (BoP) yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, posisi Israel di forum tersebut berpotensi memberikan pengaruh sangat besar terhadap Trump, sementara Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia justru berisiko dimanfaatkan untuk propaganda Israel terkait konflik Gaza.

Dalam utas di akun X-nya (@dinopattidjalal), Dino menjelaskan bahwa kehadiran Israel di BoP bukanlah kejutan, melainkan hanya soal waktu ("when" bukan "if"). Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebutnya cerdik karena menunggu hingga keanggotaan BoP ramai dulu sebelum bergabung. "Dapat dipastikan, dalam BoP, Israel akan menjadi negara yang paling berpengaruh terhadap Trump," tulis Dino.

Puncak kekhawatiran muncul jika Netanyahu hadir dalam pertemuan perdana (inaugural meeting) BoP di Washington DC pada 19 Februari mendatang. Dino memprediksi media Israel akan memburu dan memanfaatkan foto Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Netanyahu. "Foto ini akan menjadi bahan propaganda Israel yang luar biasa," ujarnya, seraya berharap delegasi Indonesia mampu menyiasati situasi sulit tersebut.

BoP sendiri merupakan inisiatif Trump untuk mengawasi rekonstruksi Gaza pasca-konflik panjang Israel-Hamas, sekaligus berpotensi menangani konflik global lain. Indonesia telah bergabung sejak akhir Januari 2026 dengan menandatangani charter di sela World Economic Forum Davos, dengan harapan berkontribusi aktif bagi perdamaian dan kedaulatan Palestina. Namun, keikutsertaan Israel—yang dipimpin Netanyahu—menimbulkan kontroversi domestik, terutama karena Palestina tidak dilibatkan secara setara sebagai pihak utama korban konflik.

Reaksi netizen di kolom balasan utas Dino pun beragam. Banyak yang menyayangkan keputusan bergabung tanpa persiapan matang, menyebutnya terlalu naif. Ada pula yang membandingkan dengan Malaysia yang lebih berhati-hati dan memilih tidak ikut serta. "Indonesia cuma jadi tukang stempel... legitimasi buat Israel sebagai negara Muslim terbesar," tulis salah satu pengguna. Yang lain menyesalkan potensi nama Indonesia dimanfaatkan untuk membenarkan tindakan Israel di Gaza.

Meski demikian, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keikutsertaan di BoP bersifat realistis karena tidak ada opsi lain yang tersedia untuk menghentikan pelanggaran gencatan senjata berulang oleh Israel. Presiden Prabowo dikabarkan siap menghadiri pertemuan pertama BoP pekan depan, sambil tetap mengutamakan agenda kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

Dino Patti Djalal menutup utasnya dengan nada prihatin: "Semoga situasi yang sangat sulit ini bisa dipahami dan disiasati delegasi Indonesia." Peringatan ini menjadi pengingat bahwa partisipasi di forum internasional berisiko tinggi memerlukan strategi diplomasi yang sangat hati-hati, terutama di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang rumit. (iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#dino patti djalal #Board of Peace #peringatan keras