YAMAN – Gerakan Houthi Yaman mengumumkan penutupan total Laut Merah bagi lalu lintas kapal pelayaran internasional.
Pengumuman ini muncul di tengah eskalasi ketegangan regional pasca-serangan AS-Israel terhadap Iran, yang memicu solidaritas dari kelompok proksi Iran di Yaman.
Menurut unggahan viral di platform X (sebelumnya Twitter) dari akun @IranObserver0 pada Sabtu (28/2/2026), Houthi menyatakan "total closure of the Red Sea for ships" atau penutupan penuh Laut Merah untuk semua kapal.
Pernyataan serupa juga beredar luas di berbagai akun, termasuk klaim bahwa Houthi akan menargetkan kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel sebagai respons terhadap agresi terhadap Iran.
Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, disebut-sebut dalam berbagai postingan terkait, meski belum ada pernyataan resmi video terbaru yang diverifikasi secara independen pada hari ini.
Beberapa sumber di X menyebut ancaman ini mencakup Selat Bab el-Mandeb, jalur kritis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi pintu masuk ke Terusan Suez.
Dampak Potensial terhadap Perdagangan Global dan Indonesia
Penutupan atau ancaman serangan di Laut Merah berpotensi memaksa perusahaan pelayaran besar kembali mengalihkan rute lewat Tanjung Harapan, Afrika Selatan.
Hal ini bisa meningkatkan waktu tempuh hingga 10-14 hari dan biaya pengiriman secara signifikan.
Bagi Indonesia, yang bergantung pada jalur perdagangan Asia-Eropa melalui Terusan Suez, gangguan ini berisiko menaikkan harga komoditas impor seperti minyak mentah, gandum, dan barang manufaktur.
Pelabuhan utama seperti Tanjung Priok dan Belawan juga bisa mengalami keterlambatan rantai pasok.
Latar Belakang Eskalasi
Houthi sempat menghentikan serangan terhadap kapal di Laut Merah setelah gencatan senjata Israel-Hamas pada Oktober 2025 dan kesepakatan tidak langsung dengan AS.
Namun, laporan dari Associated Press (AP) pada 28 Februari 2026 menyebut dua pejabat Houthi mengonfirmasi rencana melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal di koridor Laut Merah sebagai bentuk solidaritas dengan Iran.
Beberapa akun X menyebut pengumuman ini terkait langsung dengan serangan rudal dan drone Iran terhadap target di Israel serta laporan serangan balasan AS-Israel terhadap fasilitas di Iran.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.
Respons Internasional dan Shipping Lines
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon, Kementerian Pertahanan Israel, atau badan maritim internasional seperti IMO mengenai penutupan total.
Beberapa perusahaan pelayaran dilaporkan mulai merutekan ulang kapal mereka untuk menghindari zona risiko.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan diimbau memantau perkembangan situasi ini demi melindungi kepentingan pelayaran dan perdagangan nasional. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin