RADAR MALIOBORO - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan basis penggemar sepak bola paling fanatik di dunia. Para penggemar rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan uang untuk mendukung tim kesayangan mereka yang bermain di Eropa.
Begadang demi menonton pertandingan sudah menjadi hal biasa. Jadwal sepak bola Eropa yang mayoritas berlangsung dini hari waktu Indonesia tidak menyurutkan antusiasme para penggemarnya.
Selain mendukung tim favorit, adu ejekan antarpendukung juga menjadi warna tersendiri di media sosial. Berbagai julukan dan plesetan lahir dari kreativitas warganet Indonesia, bahkan sebagian di antaranya tidak dikenal di negara asal klub tersebut.
Alasan munculnya julukan atau ejekan ini pun beragam. Ada yang lahir dari rivalitas klasik, ketidaksukaan perilaku para pemainnya, hingga sekadar tidak suka dengan fans tim tersebut.
Lantas, apa saja julukan atau ejekan yang populer di Indonesia?
1. Manchester United
Penurunan prestasi Manchester United sejak ditinggal Sir Alex Ferguson pada 2013 membuat klub ini menjadi sasaran empuk ejekan. Singkatan MU atau yang sering ditulis “emyu” kemudian melahirkan julukan kasar “munyuk”, yang cukup populer di kalangan penggemar tim rival.
Bahkan, muncul kalimat sindiran seperti, “Karena sudah saking lucunya emyu, tidak perlu dihina lagi karena sudah hina.” Ungkapan ini menggambarkan buruknya manajemen dan performa tim, yang sering membuat pelatih maupun pemain justru mengalami penurunan karir saat bergabung tim ini.
2. Manchester City
Sebagai satu-satunya tim yang mampu meraih empat gelar Liga Inggris secara beruntun, Cityzens (julukan resmi fans) tak lepas dari ejekan. Mereka kerap dijuluki “fans karbit” atau “fans gaib”, karena dianggap baru mendukung City setelah klub tersebut meraih treble winners pada 2023. Julukan lain di Indoneisa yang terdengar lebih kasar adalah “citykus”.
Klub terkaya Liga Inggris yang dimiliki konglomerat asal Uni Emirat Arab ini juga mendapat julukan “tim amplop”, istilah yang dipopulerkan oleh salah satu YouTuber Indonesia. Julukan ini muncul dari anggapan bahwa City kerap diuntungkan wasit atau federasi, sehingga diasumsikan “membayar” untuk kemenangan.
3. Arsenal
Tim asal London ini sering dijuluki “nyaris FC” atau “jaga trofi FC” karena dalam beberapa musim terakhir kerap finis di posisi kedua Liga Inggris, di bawah Manchester City atau Liverpool. Julukan lain yang populer adalah “meriam lontong”, plesetan dari asal kota London, serta istilah “arsendal”.
Belakangan, muncul pula istilah “tim 2 HP” di kalangan warganet Indonesia. Julukan ini bermula dari pernyataan seorang penggemar Arsenal yang viral, saat ia menjawab ejekan tim lain dengan kalimat, “Yang penting punya dua HP,” dalam sebuah siaran langsung YouTube.
4. Real Madrid
Sebagai klub tersukses di Liga Champions, Real Madrid juga tak luput dari ejekan. Rivalitas panas dengan FC Barcelona membuat basis pendukungnya sering menjadi sasaran sindiran. Salah satu julukan yang populer di Indonesia adalah “demit”, singkatan dari dedek-dedek Madridista.
Secara internasional, yang juga populer di Indonesia, Real Madrid kerap dijuluki “VARdrid”. Julukan ini muncul dari anggapan bahwa Madrid sering diuntungkan oleh VAR dan keputusan wasit, termasuk dalam pemberian voucher penalti.
5. Barcelona
Klub asal Catalunya ini dikenal dengan filosofi permainan tiki-taka dan sering disebut sebagai tim dengan gaya bermain paling indah. Rivalitas dengan Real Madrid melahirkan julukan “decul”, singkatan dari dedek-dedek culers. Istilah ini mirip dengan ejekan kepada fans Madrid, hanya berbeda di kata akhir, culers adalah sebutan resmi fans Barcelona dan Madridista untuk fans Madrid.
Namun, pandemi COVID-19 membawa krisis keuangan besar bagi Barcelona. Kondisi ini memaksa klub mencari berbagai cara untuk bertahan secara finansial. Situasi tersebut melahirkan julukan “utanglona”, yang merujuk pada kebiasaan klub berhutang demi membeli pemain atau membayar gaji.
Sebenarnya, masih banyak tim-tim lain dengan julukan tertentu yang populer, seperti Chelsea dengan julukan kasarnya “Cheleng”, Tottenham Hotspurs dengan julukan “Ayam Sayur”, dan Liverpool dengan julukan “ipul”.
Lima tim diatas dipilih dengan alasan historis, konteks sosial, dan julukan yang paling beragam.
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin