Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Banyak Remaja Perempuan Mengalami Anemia? Ini Penjelasannya

M
Ilustrasi mengapa banyak remaja perempuan mengalami Anemia. (Dilansir dari Antara News)
Ilustrasi mengapa banyak remaja perempuan mengalami Anemia. (Dilansir dari Antara News)

RADAR MALIOBORO - Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh remaja perempuan. Kondisi ini kerap tidak disadari karena gejalanya terlihat ringan, seperti mudah lelah atau pusing. Jika dibiarkan, anemia bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, hingga kesehatan jangka panjang.


Advertisement

Anemia terjadi saat tubuh kekurangan hemoglobin, yaitu zat dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika hemoglobin rendah, tubuh akan terasa lemas dan tidak bertenaga. Remaja khususnya perempuan termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami kondisi ini.

Penyebab Anemia
Menstruasi
Setiap bulannya, tubuh kehilangan darah sehingga kebutuhan zat besi meningkat. Jika tidak diimbangi dengan asupan zat besi yang cukup, risiko animasi menjadi lebih besar.

Advertisement

Pola Makan Kurang Seimbang
Banyak remaja perempuan yang jarang mengonsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah, hati ayam, bayam, dan kacang-kacangan. Kebiasaan diet yang berlebihan demi menjaga berat badan justru dapat memperburuk kondisi tubuh

Gaya Hidup Kurang Sehat
Sering melewatkan sarapan, kurang tidur, dan terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji. Kebiasaan ini membuat tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah.

Upaya Pencegahan
Remaja perempuan saat menstruasi sangat disarankan untuk mengonsumsi tablet tambah darah. Tablet ini membantu menggantikan zat besi yang hilang selama menstruasi dan mencegah penurunan kadar hemoglobin.

Advertisement

Remaja perempuan juga dianjurkan untuk menjaga pola makan bergizi, memperbanyak konsumsi makanan kaya zat besi, serta mengombinasikannya dengan vitamin C agar penyerapat zat besi lebih maksimal.

(Aribah Zalfa Nur Aini)

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Ketika Kebaya Dipasangkan Respirator, Jeritan Budaya di Tengah Lahan Hangus

Ketika Kebaya Dipasangkan Respirator, Jeritan Budaya di Tengah Lahan Hangus

Jika dulu busana adat adalah mahkota kebanggaan yang dipakai untuk menari dan berpesta adat, kini ia berubah menjadi kostum bertahan hidup. Itulah yang ditampilkan seniman Jambi lewat potret perempuan berbusana tradisi.

Usaha Naik Kelas, Amartha Buka Peluang bagi Perempuan Pengusaha UMKM di Jogja

Usaha Naik Kelas, Amartha Buka Peluang bagi Perempuan Pengusaha UMKM di Jogja

Amartha mendorong UMKM perempuan naik kelas melalui penguatan kesehatan finansial, kesiapan bisnis, dan akses ke peluang pasar yang lebih luas.

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Kepanasan? Ini Kata Dokter dan Peneliti 

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Kepanasan? Ini Kata Dokter dan Peneliti 

Akhir-akhir ini kita sedang merasakan cuaca panas yang bukan hanya membuat gerah biasa. Dibanding laki-laki, tubuh perempuan justru mengalami dampak yang lebih buruk saat suhu sedang naik-naiknya. Dr Nighat Arif, dokte

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer