Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diet Sehat dengan Intermittent Fasting, Apa Manfaat dan Risikonya?

M
(Ilustrasi/AI)
(Ilustrasi/AI)

RADAR MALIOBORO - Intermittent fasting (IF) adalah pola makan yang mengatur waktu makan, bukan jenis makanannya. Cara ini belakangan populer karena dianggap praktis dan bisa membantu mengontrol berat badan.


Advertisement

Secara umum, intermittent fasting dilakukan dengan puasa selama jam tertentu, lalu makan di waktu yang sudah ditentukan. Pola yang paling sering dipakai adalah 16:8, yakni puasa 16 jam dan makan dalam 8 jam. Ada juga metode 5:2, di mana lima hari makan normal dan dua hari makan sangat sedikit.

Saat tubuh tidak mendapat asupan makanan selama beberapa jam, cadangan gula akan habis dan tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi. Proses ini disebut metabolic switch. Inilah alasan intermittent fastING cukup efektif sebagai salah satu cara menurunkan berat badan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan manfaat lain, seperti membantu mengontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol, terutama pada orang dengan berat badan berlebih. Namun, hasilnya juga berbeda-beda pada setiap orang dan tidak selalu lebih efektif dibanding diet rendah kalori bias.

Advertisement

Meski begitu, intermittent fasting bukan untuk semua orang. Pola makan ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui, orang dengan riwayat gangguan makan, serta penderita diabetes tertentu tanpa pengawasan dokter. Efek samping seperti lapar berlebihan, pusing, lemas, atau mudah emosi juga bisa muncul di awal menjalani IF.

Selama jendela makan, ahli gizi menyarankan tetap makan dengan porsi wajar dan gizi seimbang. Artinya, intermittent fasting bukan alasan untuk makan seenaknya ketika memasuki waktu makan.

IF adalah metode yang mirip dengan puasa pada umumnya bagi umat Islam. Perbedaannya adalah IF biasanya dilakukan di malam hari, sedangkan puasa pada umumnya dilakukan siang hari. Oleh karena itu, bagi orang yang bekerja, IF sangat bermanfaat untuk tetap menjaga konsentrasi dan fokus di siang hari, dan malamnya digunakan untuk beristirahat.

Advertisement

(Affrendi Kurniawan)

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Sering Lelah dan Mudah Sakit? Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Vitamin C

Sering Lelah dan Mudah Sakit? Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Vitamin C

Sering merasa capek meski tidak banyak aktivitas? Atau tubuh gampang drop dan mudah sakit? Jangan langsung menganggapnya sepele. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kurangnya asupan vitamin C. Vitamin C merupakan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer