RADAR MALIOBORO - Ketan dan nasi putih sama-sama menjadi sumber karbohidrat yang kerap dikonsumsi masyarakat sehari-hari.
Meski berasal dari bahan dasar yang serupa, keduanya memiliki perbedaan karakteristik yang berpengaruh pada kandungan gula serta respons tubuh setelah dikonsumsi.
Perbedaan inilah yang membuat ketan dan nasi putih sering dibandingkan, terutama bagi masyarakat yang memperhatikan asupan gula dan kesehatan metabolik.
Ketan dan nasi putih sama-sama menjadi makanan pokok yang akrab di lidah masyarakat Indonesia, tetapi keduanya punya perbedaan yang berpengaruh pada bagaimana tubuh memproses gulanya setelah disantap.
Melansir pada Netmeds Health Library, secara umum baik ketan (sticky rice) maupun nasi putih mengandung hampir nol gula langsung, namun komposisi pati di dalamnya menentukan bagaimana kadar gula darah tubuh merespons setelah makan.
Menurut data perbandingan nutrisi yang dirangkum Netmeds, dalam takaran 100 gram nasi ketan matang kadar gula secara langsung tercatat 0 gram, sama seperti nasi putih.
Namun yang perlu diperhatikan adalah indeks glikemik ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan gula darah yang lebih tinggi pada ketan dibanding nasi putih biasa.
Indeks glikemik ketan termasuk dalam kategori tinggi (sekitar 85–90), artinya karbohidratnya cepat dipecah menjadi gula dalam tubuh yang dapat memicu lonjakan gula darah lebih cepat.
Sementara nasi putih memiliki indeks glikemik yang sedikit lebih rendah, meski tetap dalam kategori tinggi, yang berarti efeknya terhadap gula darah cenderung lebih lambat dibanding ketan.
Ahli gizi umumnya menjelaskan bahwa perbedaan ini terutama disebabkan oleh komposisi pati di dalam beras ketan yang hampir seluruhnya berupa amylopectin, jenis pati yang cepat dipecah menjadi glukosa.
Sebaliknya, nasi putih memiliki kombinasi antara amylopectin dan amylose, yang membuatnya sedikit lebih lambat dicerna.
Meski begitu, kedua jenis nasi ini tetap sumber karbohidrat tinggi tanpa kandungan gula sederhana yang signifikan.
Jadi dari sisi kandungan gula langsung per gram, keduanya kurang lebih sama.
Namun dalam hal respon gula darah sesudah makan, ketan umumnya dapat menyebabkan lonjakan yang lebih cepat dan lebih tinggi dibanding nasi putih biasa.
(Salwa Caesy)
Editor : Meitika Candra Lantiva