Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Hari UMKM Internasional 2026, Mendorong Inovasi dan Industri Berkelanjutan 

Bunga Faizati Hudianna • Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:37 WIB
UMKM Gerabah. (Foto: Magnific)
UMKM Gerabah. (Foto: Magnific)

 RADAR MALIOBORO - Setiap tanggal 27 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Internasional atau Micro-, Small and Medium-sized Enterprises (MSMEs) Day. 

Peringatan global yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak April 2017 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dunia akan peran vital UMKM sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat, pengentas kemiskinan dan kelaparan, serta penopang ketahanan ekonomi lokal maupun global.

Pada tahun 2026 ini, Hari UMKM Internasional mengusung tema “Empowering MSMEs through Innovation and Sustainable Industrial Development” (Memberdayakan UMKM melalui Inovasi dan Pembangunan Industri Berkelanjutan). 

Baca Juga: Dari Kuliner Barat ke Nusantara, Cara IBOS Perluas Portofolio Bisnis Melalui Rebranding, Inovasi Produk dan Penyegaran Struktur Tata Kelola Perusahaan

Tema yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin ke-9 ini, menekankan pentingnya inovasi dan penguatan industri hijau agar UMKM tidak hanya tumbuh secara kuantitas, melainkan juga tangguh, berkualitas, dan adaptif di tengah ketidakpastian ekonomi serta tekanan iklim global.

Data dari PBB menunjukkan bahwa UMKM merupakan pilar penting pembangunan sosial dan ekonomi. Sektor ini mewakili lebih dari 90 persen pelaku usaha di dunia dan menyumbang lebih dari 70 persen lapangan kerja secara global, termasuk membuka peluang bagi perempuan dan generasi muda. Di pasar negara berkembang, UMKM formal bahkan berkontribusi hingga 40 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional.

Dari pasar tradisional, kios kecil, hingga pertokoan pinggir jalan, fleksibilitas skala usaha ini membuat mereka mudah beradaptasi dengan perubahan pasar. Kendati menjadi tulang punggung ekonomi, UMKM global masih menghadapi tantangan klasik yang persisten. 

Baca Juga: Banyak Musuh Bermunculan, Tom Holland Ungkap Villain Utama 'Spider-Man: Brand New Day' Masih Dirahasiakan

Beberapa di antaranya meliputi keterbatasan akses pembiayaan, lemahnya integrasi ke dalam rantai pasok global, rendahnya adopsi teknologi, serta kerentanan yang tinggi terhadap guncangan eksternal. Oleh karena itu, momentum Hari UMKM ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi strategis antara pelaku usaha dan pemerintah untuk membantu UMKM “naik kelas”.

Sejalan dengan mandat tersebut, Organisasi Pembangunan Industri PBB (UNIDO) bersama komunitas internasional menggelar perayaan Hari UMKM 2026 di New York dan Jenewa. Acara ini mempertemukan pejabat tinggi pemerintah, organisasi regional, lembaga keuangan, serta pemimpin sektor swasta dengan sejumlah agenda utama, yakni sebagai berikut.

• Mengakui kontribusi UMKM dan memperkenalkan inisiatif unggulan seperti ONE World Sustainability Awards.

• Memfasilitasi penandatanganan perjanjian kemitraan serta pengumuman proyek-proyek baru.

• Menampilkan kisah sukses para penerima manfaat UNIDO serta membagikan praktik terbaik internasional, termasuk pengalaman dari China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) dan Dewan Kerja Sama Regional (RCC).

• Mendorong diskusi tingkat tinggi mengenai peran UMKM dalam menggerakkan pembangunan industri yang berkelanjutan.

(Bunga Faizati Hudianna).

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Hari UMKM Internasional #Usaha Mikro Kecil dan Menengah #umkm