RADAR JOGJA - “Jurassic World: Rebirth”, film lanjutan franchise legendaris Jurassic Park, resmi tayang secara global dan langsung mencuri perhatian publik (24/6/2025).
Film ini menjadi perbincangan hangat di media sosial karena menghadirkan dinosaurus baru yang belum pernah muncul sebelumnya, dengan visualisasi yang semakin nyata dan menegangkan.
Tagar #JurassicRebirth merajai trending topic di X dan TikTok, dipenuhi cuplikan video penonton yang bereaksi terhadap kemunculan makhluk purba versi terbaru yang menggetarkan layar bioskop.
Daya tarik utama film ini adalah kehadiran Giganoraptor, dinosaurus hibrida hasil rekayasa genetik (fiksi) yang lebih cerdas dan agresif dibandingkan T-Rex.
Tak kalah menarik, spesies seperti Therizinosaurus dan Pachyrhinosaurus juga tampil dengan desain visual yang sangat rinci bahkan ekspresi wajahnya terasa hidup.
Kecanggihan teknologi CGI generasi terbaru dan teknik motion capture hybrid menjadikan pergerakan dinosaurus tampak alami dan imersif.
Banyak penonton memuji realisme efek visual serta bagaimana makhluk prasejarah itu “menyatu” secara mulus dalam adegan bersama para aktor.
Lebih dari sekadar tontonan penuh aksi, Rebirth menyajikan kisah moral dan kemanusiaan yang menyentuh.
Disutradarai oleh Colin Trevorrow, film ini mengangkat dilema etis seputar manipulasi genetik dan konsekuensi penciptaan spesies baru oleh manusia.
Karakter utama diperankan oleh Samantha Cole, sebagai seorang ahli genetika muda yang harus memilih antara menyelamatkan makhluk yang ia bantu ciptakan, atau menghentikan ancaman mereka terhadap umat manusia.
Hanya dalam hari pertama penayangan, Jurassic World: Rebirth mencatat penjualan tiket tinggi, termasuk di Indonesia.
Baca Juga: AHM Gandeng Puluhan Sekolah Jaga Warisan Budaya Indonesia
Bioskop-bioskop besar bahkan menambah jadwal tayang versi IMAX dan 4DX untuk mengakomodasi lonjakan penonton yang ingin menikmati sensasi maksimal.
Beberapa media film ternama seperti Variety dan IGN memberikan skor tinggi, rata-rata 8 hingga 8.5 dari 10, dengan pujian untuk peningkatan narasi dan kualitas visual dibanding film pendahulunya Dominion (2022).
Jurassic World: Rebirth tak hanya mengembalikan nostalgia, tapi juga memberikan wajah baru yang segar, mendalam, dan sinematis.
Dengan dinosaurus yang lebih menakutkan, cerita yang lebih reflektif, serta visual yang memukau, film ini membuktikan bahwa dunia Jurassic masih terus berevolusi dan tetap relevan di era sinema modern.
Bagi penggemar aksi, sains fiksi, dan petualangan keluarga, film ini wajib masuk daftar tontonan Anda tahun ini. (Tri Advent Sipangkar)
Editor : Meitika Candra Lantiva