RADAR MALIOBORO - Dunia perfilman Indonesia selalu menarik perhatian pecinta film.
Film horor berjudul “Ajian Maut”, yang sekaligus menjadi debut sinematik Master Limbad sebagai sutradara dan kreator cerita patut ditonton.
Mengusung tema ilmu hitam dan ajian kuno Jawa, film ini tayang serentak di jaringan bioskop nasional pada 2 januari 2025 lalu dan mendapat sambutan hangat dari penggemar horor lokal.
Ajian Maut mengisahkan seorang dukun sakti bernama Warih yang terobsesi membangkitkan kekuatan ajian terlarang demi membalas dendam atas kematian anaknya.
Namun dalam prosesnya, ia justru membangkitkan entitas gaib dari alam halus yang tak dapat dikendalikannya.
Kisah ini berakar pada mitos dan kepercayaan mengenai ilmu ajian yang berkembang dalam budaya Jawa, seperti ajian santet, pancasona, dan rajah pengunci roh.
Master Limbad tidak hanya bertindak sebagai sutradara dan penulis naskah, tetapi juga memerankan tokoh utama sebuah karakter bisu dan penuh simbol yang menjadi pusat ritual dalam cerita.
Film ini menggunakan bahasa Jawa Kuno dalam beberapa adegan, disertai dengan terjemahan, untuk menambah kesan autentik dan mistis.
Berbeda dengan tren horor CGI modern, Ajian Maut mengandalkan efek praktikal, tata rias tradisional, serta pengambilan gambar malam hari di lokasi-lokasi hutan dan situs ritual di Jawa Tengah.
Musik latar memadukan bunyi gamelan minor dan mantra tradisional, memperkuat nuansa menyeramkan sepanjang film.
Diproduksi oleh Limbad Vision Studios, film ini melibatkan tim riset budaya dan konsultan spiritual untuk memastikan keakuratan elemen ajian dan ritus yang ditampilkan.
Dengan klasifikasi usia 17 tahun ke atas, Ajian Maut telah tayang di lebih dari 200 layar bioskop di Indonesia.
Dalam dua hari pemutaran awal (pre-screening terbatas), film ini mencatat tingkat okupansi tinggi, terutama di kota-kota dengan minat tinggi terhadap film horor lokal seperti Yogyakarta, Solo, dan Bandung.
Pihak rumah produksi juga merilis trailer berdurasi 2 menit yang langsung viral di media sosial berkat visual yang intens dan kehadiran Master Limbad sebagai tokoh horor baru Indonesia.
Ajian Maut dinilai membawa napas baru dalam genre horor lokal dengan pendekatan yang berakar kuat pada budaya nusantara.
Dalam keterangan tertulis, Master Limbad menyampaikan bahwa film ini adalah bentuk “penghormatan kepada warisan leluhur dan peringatan akan bahayanya ilmu yang disalahgunakan”.
Pihak Lembaga Sensor Film (LSF) memberikan rating 17+ dengan catatan film ini menampilkan konten visual dan audio yang menegangkan namun tetap dalam batas artistik.
“Ajian Maut” kini tayang di seluruh bioskop Indonesia. Bagi penonton yang menyukai horor tradisional dengan atmosfer kental dan kisah kutukan turun-temurun, film ini dijanjikan akan menjadi pengalaman sinematik yang mencekam dan berbeda. (Tri Advent Sipangkar)
Editor : Meitika Candra Lantiva