Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Anak Kecanduan Minecraft? Begini Dampaknya secara Psikologis

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 15 Mei 2025 - 21:08 WIB
Kolase foto anak yang fokus bermain Minecraft dan anak yang berpose seolah dirinya karakter Minecraft dengan membawa pedang mainan (Foto: Lamy BBC News / bbc.com)
Kolase foto anak yang fokus bermain Minecraft dan anak yang berpose seolah dirinya karakter Minecraft dengan membawa pedang mainan (Foto: Lamy BBC News / bbc.com)

RADAR MALIOBORO - Minecraft ialah salah satu game berupa gim video yang sudah terjual lebih dari 300 juta kali pada 2023 lalu. Popularitas minecraft ini menjadikannya salah satu gim video paling laris.

Gim yang dirilis sejak 2009 ini memiliki beberapa game yang paling diminati seperti Roblox dan Terraria. Penggunanya pun lintas usia, mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa menikmati permainan ini.

Namun apakah permainan ini tak memberikan efek apapun terhadap kondisi psikologi penggunanya khususnya anak-anak? tentu saja ada.

Seorang psikolog bernama Peter Gray melakukan penelitian terkait cara belajar anak-anak di Boston College.

Ia menyampaikan relevansi permainan Minecraft dengan cara bermain mamalia saat masih kecil. Sejatinya hewan predator akan bermain menangkap sesuatu, sedangkan hewan mangsa akan bermain lari-larian atau melesat. Secara naluriah, keduanya berhubungan di mana predator belajar menangkap sedangkan yang dimangsa belajar melarikan diri. Keduanya sama-sama untuk bertahan hidup.

Sementara manusia, alih-alih melakukan hal demikian untuk bertahan hidup, melainkan bertumpu pada kemampuan untuk membagun sesuaitu. Misalnya membangun gubuk, membuat peralatan berburu juga meramu.

Melalui permainan Minecraft, Gray menyadari bahwa apa yang dibangun di Minecraft oleh anak-anak mencerminkan budaya tempat tinggal mereka. Secara sederhana, permainan ini akan memuaskan dorongan anak-anak untuk membangun sesuatu sesuai kemauan dirinya sendiri.

Hasil dari apa yang mereka bangun pun berbekal lingkungan tempat tinggal yang mereka dapati sehari-hari. Bedanya, mereka dapat mengatur segala aspek kehidupan di dalam permainan sesuai dengan kemauan mereka sendiri.

Hal ini disebabkan karena anak-anak menggunakan imajinasi dan bahasa ketika bermain serta membuat aturan sosial dilengkapi interaksi sosial di dalam nya. Keseluruhan elemen ini akan menjadi bagian dari persiapannya untuk menghadapi masa dewasa.

Merujuk pada observasi serta pernyataan Grey, dari kaca psikologi, permainan ini memiliki dampak positif dalam perkembangan kognitif juga sosial anak-anak. Minecraft dapat menjadi salah satu media pembelajaran yang relevan dengan insting makhluk hidup.

Adapun hal lain yang menjadi magnet tersendiri bagi anak-ank untuk berlama-lama tenggelam dalam permainan ini yaitu misi utama yang dimainkan. Apabila anak berhasil menyelesaikan misi utama dengan baik maka akan memberikan efek euforia atau kesenangan tersendiri bagi anak sehingga ingin mendapatkan perasaan serupa berulang-kali.

Julian Togelius, seorang ilmuwan komputer mengungkapkan bahwa kemandirian individu dapat dinilai berdasarkan misi yang dapat diselesaikan atau tidak.

Namun tak dapat dipungkiri jika anak sudah berada di tahap “kecanduan” maka tak baik bila dibiarkan. Anak-anak yang kecanduan bermain Minecraft akan perlahan-lahan menarik diri dari realita sosial yang sebenarnya ada.

Maka dari itu, durasi bermain pun masih menjadi catatan merah bagi para orang tua yang mengasuh anak. Agar tidak menimbulkan kekhawatiran lebih jauh, National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC / Masyarakat Nasional untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Anak) yang berada di Inggris Raya merilis saran perihal tata cara menjaga anak tetap aman saat bermain MInecraft dan gim serupa lainnya.

Bukan tanpa alasan, melansir bbc.com hal ini karena sebelumnya pernah terjadi kasus pelecehan bahkan kekerasan terhadap anak di permainan digital ini. Bahkan perdebatan sengit sempat terjadi atas pernyataan Kepala Eksekutif Roblox yang meminta orang tua untuk menjauhkan anak-anak mereka dari platform gim perusahaan karena khawatir akan terpapar konten berbahaya.

(Umi Jari Widayah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#dampak psikologis kecanduan game online #dampak psikologis kecanduan game #kecanduan game #Kecanduan Games #dampak psikologis #kecanduan game online