BANTUL – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul menggencarkan pemeliharaan rutin terhadap sejumlah halte bus.
Pemeliharaan rutin itu dilakukan lantaran sejumlah halte bus di Kabupaten Bantul mengalami kerusakan dan dicoret-coret.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul Toto Pamudji Rahardjo mengatakan, Dishub Bantul secara rutin melakukan pemeliharaan semua halte bus di Kabupaten Bantul.Baca Juga: Dominasi Film Bergenre Horor Di Indonesia, Alasan dan Daftar Film Horor Sepanjang Tahun 2023
“Setiap tahun kami rutin menganggarkan khusus untuk perawatan dan pemeliharaan halte bus,” katanya saat dihubungi, Senin (4/11).
Saat ini, di Kabupaten Bantul sendiri ada sebanyak 20 halte yang masih aktif beroperasi dan dipelihara rutin.
Meskipun selalu dirawat, kondisi sejumlah halte tersebut mengalami kerusakan dan kotor oleh coretan.
“Hanya saja ada beberapa masyarakat yang kurang kesadaran sehingga halte sering dicorat coret, dirusak, dan digambar graffiti tidak jelas,” ujarnya.
Baca Juga: Paman Usman Tuntut Pecat Ade Armando, Jika Tidak... Bakal Turunkan Semua Baliho PSI di Jogja
Toto menyebut, kerusakan pada halte bus juga bisa terjadi akibat dari ketidaksengajaan pengguna jalan. Namun, tidak dilaporkan dan ditinggal begitu saja.
“Ada yang tidak sadar sehingga merusak, tidak melaporkan kemudian ditinggal. Kemarin di terminal ada yang kesenggol plang namanya, tulisan halte rusak,” jelasnya.
Guna menanggulangi hal tersebut Dishub Bantul sudah berupaya memulihkan halte bus dengan melakukan rehabilitasi. Juga, melakukan memelihara semaksimal mungkin.
Namun, dengan ketersediaan anggaran dan jumlah petugas yang terbatas, peran masyarakat juga diperlukan untuk turut menjaga.
Ia berharap dengan kondisi halte bus yang baik, pelayanan transportasi umum menjadi lebih maksimal.
“Semata-mata untuk memberi pelayanan terbaik untuk warga Bantul,” pesannya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar memiliki kesadaran untuk turut menjaga kondisi halte, bukan malah merusaknya.
“Kami mohon kesadaran untuk menjaga, merawat, dan memelihara milik bersama. Halte dibangun untuk warga Bantul yang menggunakan sarana transportasi darat,” ucap Toto.
Di sisi lain, saat ini di Kabupaten Bantul terdapat enam armada bus Trans Jogja dan lima armada bus dari Organisasi Angkutan Darat (Organda).
Pengguna bus terutama Trans Jogja sendiri masih relatif banyak di Kabuapten Bantul. Sementara untuk bus Organda tidak setiap hari beroperasi. (tyo)