RADAR MALIOBORO – Suasana duka menyelimuti Dusun Salam 1, Salam, Grabag, Kabupaten Magelang Sabtu (16/12) pagi. Tiga warga di sana bersamaan dimakamkan pagi itu. Mereka adalah tiga di antara tujuh warga Magelang yang menjadi korban kecelakaan bus Handoyo di Tol Cipali Purwakarta, Jawa Barat.
Awalnya bus tersebut melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Lalu terlibat kecelakaan Jumat (15/12) sekitar pukul 15.40. Bus milik perusahaan otobus (PO) Handoyo seri N dengan nomor polisi (nopol) AA 7626 OA mengalami kecelakaan tunggal Tol Cipali merenggut 12 nyawa. Tepatnya di exit tol Cikampek-Purwakarta Kilometer (KM) 73. Tujuh di antaranya merupakan warga Kabupaten Magelang.
Warga Magelang itu adalah Iskandar, 69 dan Resmi Asiatub, 60 warga Payaman, Secang. Kemudian, Kasdi, 63 dan Siti Munjayana, 55 warga Purwodadi, Tegalrejo. Lalu, Mashudi, 57; Yekti Nugrahanti, 45; dan Adelia, 7 warga Salam, Grabag. Para korban sudah dipulangkan ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.
Isak tangis warga dan keluarga mengiringi kedatangan ketiga jenazah di Dusun Salam 1, Salam, Grabag. Tiga jenazah tebi sekitar pukul 08.30. Sebetulnya, ada empat orang yang ikut rombongan tersebut. Namun, satu orang yang merupakan anak bungsu pasangan Mashudi dan Yekti dinyatakan selamat.
Kepala Dusun Salam 1, Salam, Grabag Harsoyo menyebut, dirinya ikut mengantar keempat warganya itu ke Terminal Secang pada Jumat (15/12) sekitar pukul 6.00. Mereka memang sudah memesan tiket dan minta duduk di kursi depan.
Sebab, kata Harsoyo, anak dan cucunya ingin melihat pemandangan di sepanjang perjalanan. Saat di perjalanan hendak menuju terminal, Mashudi sempat bercerita jika dirinya ingin pulang. "Padahal posisinya saat itu baru mau berangkat," ujarnya saat ditemui, Sabtu (16/12).
Keempat warganya itu hendak berlibur ke Jakarta sekaligus menengok anak keduanya yang bekerja di sana. Apalagi, momentumnya pas. Anak bungsunya bernama Hasya, 13 dan cucunya Adelia memang sudah libur sekolah.
Harsoyo menyebut, Mashudi dan Yekti sekalian mau menengok anaknya dan berwisata ke Jakarta. Karena informasi yang diterimanya, putra keduanya baru beli rumah dan selesai direhab. Ibunya sudah pernah ke sana, bapaknya belum. Karena kepingin lihat, jadinya sekalian liburan akhir tahun," jelas dia.
Ternyata, takdir berkata lain. Bus yang dikendarai rombongan itu kecelakaan di exit tol Cikampek-Purwakarta KM 72 pada Jumat (15/12) sore. Mashudi, Yekti, dan Adelia dinyatakan meninggal dunia. Sementara Hasya masih selamat. Meski informasi yang diterima terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.
Malamnya, Hasya sempat berkomunikasi dengan keluarga dan warga Salam. Dia bahkan meminta keluarganya untuk sabar. "Terus mau kami kasih peti, dia (Hasya) bilang, 'jangan dikasih peti. Nanti keluarga di rumah enggak bisa melihat'. Akhirnya tidak diletakkan di dalam peti," terangnya. (aya/pra)
Editor : Sevtia Eka Nova