RADAR MALIOBORO – Minuman herbal tradisional atau biasa disebut jamu resmi disahkan sebagai warisan tak benda oleh UNESCO.
Jamu berasal dari bahasa jawa kuno, yaitu jampi atau usodo. Memiliki makna penyembuhan menggunakan ramuan obat-obatan, atau doa-doa.
Minuman ini biasa dikonsumsi sebagai ramuan herbal oleh masyarakat Nusantara sejak zaman nenek moyang.
Ditetapkannya jamu sebagai warisan tak benda oleh UNESCO memberi harapan pada seluruh pembuat atau produsen jamu di Indonesia, supaya produk mereka makin dikenal dunia.
Serta menunjukkan bahwa Indonesia juga dapat memberikan kontribusi signifikan untuk membantu menyehatkan dunia.
Proses pengajuan jamu kepada UNESCO sebenarnya sudah berlangsung sejak Juni 2021, dengan mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan oleh UNESCO.
Riset mendalam telah dilakukan oleh tim riset Jamupedia, sebuah lembaga riset jamu dan budaya sehat jamu.
Riset ini melibatkan ratusan pelaku langsung budaya sehat jamu, termasuk pengrajin jamu tradisional, penjual jamu gendong, dan konsumen jamu di empat provinsi di Indonesia.
Yaitu, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.
UNESCO akhirnya resmi mengesahkan jamu sebagai warisan budaya tak benda pada sidang ke 18 komite Warisan Budaya Tak Benda pada 9 Desember 2023 di Kasane, Botswana.
Ditetapkannya jamu oleh UNESCO menambah daftar prestasi luar biasa Indonesia di kancah internasional.
Menyoroti hal tersebut, Prof Mangestuti berpendapat agar tidak ragu untuk mengonsumsi jamu.
Dengan beredarnya informasi yang tidak benar terkait minum jamu, mulai saat ini harus meyakini dan bisa memberikan penjelasan agar tidak ada penolakan untuk meminum jamu.
Keputusan yang telah ditetapkan UNESCO membuat seluruhlapisan masyarakat tidak terkecuali generasi muda untuk ikut andil berperan melestarikan jamu sebagai budaya sehat.
Menurut Prof Mangestuti generasi muda harus dalam keadaan sehat selalu.
Konsumsi jamu harus tetap diimbangi dengan penerapan pola hidup yang sehat.
“Ramuan jamu jangan dipandang sebagai obat. Kalau kita pandang sebagai obat kita hanya minum kalau kita sakit. Itu yang agak kurang tepat menurut saya,” jelas Prof Mangestuti.
Budaya Sehat Jamu meliputi keterampilan tradisional dan nilai-nilai budaya terkait dengan obat-obatan alami yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan dan rempah-rempah.
Serta metode pengobatan tradisional yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan memperkuat kekebalan tubuh. (Zulfa/Radar Jogja)
Baca Juga: Dikeluhkan Banyak Warga, Polres Bantul Lakukan Operasi Knalpot Brong
Editor : Meitika Candra Lantiva