Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sri Mulyani Sebut Negara yang Baca Data Lebih Tangguh, Jadi Anti-Provokasi, Fadjroel Rachman: 'Indonesia Bubar Kalo Emosi Rusak!

Cici Jusnia • Kamis, 11 Januari 2024 | 21:15 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (instagram @smindrawati)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (instagram @smindrawati)

RADAR MALIOBORO - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, menggarisbawahi pentingnya mengelola emosi dalam konteks pengelolaan negara.

Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi miliknya.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, negara yang mampu membaca data memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola emosi.

Dalam konteks ini, dia menegaskan bahwa rasionalitas yang terlatih dapat membantu menjaga emosi agar tidak mudah diprovokasi.

Salah satu tokoh yang memberikan tanggapan positif terhadap pernyataan Menteri Keuangan adalah Fadjroel Rachman.

Melalui akun Instagram pribadinya, @fadjroelrachman, Rachman menyatakan setuju dengan pandangan Sri Mulyani.

"Menkeu Sri Mulyani benar, dalam organisasi apapun kecerdasan emosional itu sangat penting," ujarnya.

Rachman juga menyoroti konsekuensi buruk jika emosi tidak dikelola dengan baik.

"Bila tidak, akan merusak segalanya (bayangkan kalau Indonesia bubar akibatnya)," tambahnya.

Dalam video tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa membaca data dapat membuat keputusan menjadi lebih rasional.

Dia menekankan bahwa negara yang memiliki kecakapan ini dapat mengelola emosi dengan lebih baik, sementara mereka yang tidak dapat "membaca data" lebih mudah terprovokasi.

Sri Mulyani juga memberikan perumpamaan bahwa emosi yang tidak terkendali dapat merusak hubungan antarindividu, bahkan hingga tingkat nasional.

"Tidak bisa diandalkan atau tidak bisa diajak ngomong, satu orang aja bikin sakit perut apalagi seluruh negara dibikin emosi," ujarnya.

Pentingnya mengelola emosi juga ditekankan Sri Mulyani menjelang Pemilu.

Dia mengajak masyarakat untuk memilih secara rasional dan berdasarkan data, tanpa terpengaruh oleh sentimen suku, agama, ras, nasionalisme, atau ketidakadilan.

Menteri Keuangan juga memberikan pesan khusus kepada generasi milenial.

Dia mengimbau mereka untuk menggunakan pengetahuan yang luas dan keterhubungan yang dimiliki sebagai bekal dalam membuat keputusan yang rasional.

"Jadi generasi yang 'tau kemana akan menuju' dan yakin bahwa Indonesia menuju ke tujuan yang kita semua sepakati," tandasnya.

Dengan pesan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap agar masyarakat, terutama generasi milenial, dapat memainkan peran aktif dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan negara melalui pengelolaan emosi yang baik dan keputusan yang rasional.

GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
Editor : Bahana.
#Sri Mulyan iIndrawati #fadjroel rachman #menteri keuangan