Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Resmi Telah Dibuka Oleh Presiden Jokowi, Delegasi WWF ke-10 Disuguhi Dengan Pameran Jalur Rempah dan Tradisi Lokal Bali

Salma Nabila Putri D • Senin, 20 Mei 2024 | 18:35 WIB

Presiden Jokowi menyambut delegasi WWF ke-10 di Bali, Minggu (19/5)
Presiden Jokowi menyambut delegasi WWF ke-10 di Bali, Minggu (19/5)
RADAR MALIOBORO – Penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke-10 yang diselenggarakan di Bali mulai resmi dibuka pada Minggu (19/5) malam.

Diawali dengan gala dinner yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Para delegasi WWF ke-10 dari berbagai penjuru dunia disambut dengan pameran jalur rempah serta tradisi lokal Bali.

Please enjoy your dinner and the performance from Indonesia, thank you,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas partisipasti dari semua pihak yang telah hadir.

Ia berharap melalui forum WWF ke-10 dapat terjalin kolaborasi untuk menjaga kebersihan air serta sanitasi untuk semua orang.

Mulai hari ini (20/5), delegasi WWF ke-10 tidak hanya menjalani sejumlah agenda resmi.

Namun juga disuguhi pameran yang menampilkan tradisi Bali, jalur rempah dan irigasi subak.

Ketiga hal tersebut dapat dinikmati oleh para delegasi di Museum Pasifika Bali hingga 24 Mei.

Irini Dewi Wani yang merupakan Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek mengatakan bahwa pameran tersebut mengambil nama ‘TELU’.

Tidak hanya memberikan tampilan informatif melainkan melibatkan para audiens dengan beragam format.

Mulai dari pemutaran film documenter, lokakarya mini, presentasi kuliner, pameran produk kerajinan, dan teknik pemetaan video.

Baca Juga: Masih Dibutuhkan Indonesia, Jokowi Diminta Masuk Partai Usai Pensiun Menjadi Presiden

Baca Juga: Perlu Diketahui! Ini Dia 4 Nutrisi Penting yang Terkandung dalam Buah Strawberry, Salah Satunnya Kaya Akan Vitamin C

Irini Dewi juga mengatakan, bahwa manajemen air melalui subak dan penggunaan rempah pada kehidupan sehari-hari sejak zaman dahulu hingga saat ini masih tetap lestari dan menjadi tulang punggung budaya Bali.

Nama TELU sendiri memiliki tiga makna dalam bahasa Bali, menurutnya tidak hanya mencerminkan filosofi Tri Hita Karana namun juga menghidupkan kembali kearifan kuno melalui serangkaian pengalaman yang memikat.

TELU mengajak pengunjung untuk mengungkap kenikmatan aromatic di Pasar Rempah, dengan menemukan cita rasa, wewangian, dan kuliner eksotis dalam perjalanan.

Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek juga menyelenggarakan diskusi bertajuk Subak dan Spicy Route.

Menunjukkan bagaimana praktik pengelolaan air berkelanjutan, dapat memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.

Serta mendorong stabilitas ekonomi, kohesi sosial, dan pengayaan budaya.

Editor : Bahana.
#bali #pameran #wwf #jokowi #presiden jokowi