Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dana Keistimewaan DIY Berdayakan UMKM dan Tumbuhkan Ekonomi, Dorong Pariwisata Kelas Dunia

Elang Kharisma Dewangga • Jumat, 30 Agustus 2024 | 05:57 WIB
SEJAHTERAKAN MASYARAKAT: Kampung Wisata Rejowinangun, Kotagede merupakan slah satu destinasi wisata yang berkembang.Keberadaan kampung wisata itu maju seiring dengan dukungan dana keistimewaan
SEJAHTERAKAN MASYARAKAT: Kampung Wisata Rejowinangun, Kotagede merupakan slah satu destinasi wisata yang berkembang.Keberadaan kampung wisata itu maju seiring dengan dukungan dana keistimewaan

 

RADAR JOGJA - Undang-Undang No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY tepat berusia 12 tahun pada 31 Agustus besok. Berkaitan dengan itu, dalam mengimplementasikan UUK, Pemda DIY menekankan agar dana keistimewaan bisa dimanfaatkan hingga tingkat kalurahan. “Itu kami wujudkan dengan reformasi kalurahan,” ujar Sekda DIY Beny Suharsono.


Pelaksanaan keistimewaan, lanjut Beny, berhasil mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Selama sepuluh tahun terakhir terjadi penurunan yang signifikan. “Pengangguran dapat ditekan di bawah 4 persen,” terang mantan kepala Bappeda DIY ini.

FENOMENAL: Desa wisata Nglaggeran, Patuk, Gunungkidul, ditetapkan sebagai desa wisata kelas dunia. Dana keistimewaan ikut mendorong memajukan desa wisata tersebut.
FENOMENAL: Desa wisata Nglaggeran, Patuk, Gunungkidul, ditetapkan sebagai desa wisata kelas dunia. Dana keistimewaan ikut mendorong memajukan desa wisata tersebut.


Dengan dana keistimewaan, Pemda DIY berupaya memberdayakan UMKM untuk meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 5,2 persen. Selain itu, dana keistimewaan juga sukses ikut mendorong sejumlah desa wisata berkelas dunia.


Salah satunya seperti Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho mengungkapkan, Nglangeran memiliki gunung api purba yang fenomenal. Desa Wisata Nglanggeran baru saja dinobatkan menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik / Best Tourism Village UNWTO dalam penghargaan desa wisata tingkat dunia oleh badan pariwisata dunia UNWTO.


Aris mengatakan, di setiap kabupaten/kota se-DIY mempunyai potensi pariwisata yang luar biasa. Namun demikian, banyak wisatawan yang tidak tahu. Objek wisata tersebut tidak kalah menarik dengan Kota Jogja. Persebaran bertujuan sebagai pemerataan sekaligus promosi pariwisata desa dan kampung wisata. Beberapa di antaranya didukung dengan dana keistimewaan.

Peserta Fordasi berfoto bersama saat melakukan kunjungan di kampung Rejowinangun, Jogja, Kamis (29/8).
Peserta Fordasi berfoto bersama saat melakukan kunjungan di kampung Rejowinangun, Jogja, Kamis (29/8).


"Kami punya ratusan kalurahan wisata yang bisa dikunjungi. Ada berbagai potensi budaya yang bisa ditampilkan," tuturnya. Aris menambahkan, sejumlah destinasi wisata berjalan atas inisiatif masyarakat. Beberapa di antaranya berkembang. “Kami kemudian push melalui pendanaan dana keistimewaan sebagai katalisator,” terang mantan kepala Dinas Kebudayaan DIY ini.


Di samping Nglanggeran, ada Desa Wisata Tinalah Kulon Progo. Desa wisata di kaki perbukitan Menoreh itu kaya akan potensi wisata alam, edukasi, dan budaya. Selanjutnya, Desa Wisata Nganggring dan Desa Wisata Krebet, Pajangan, Bantul. Di Kota Yogyakarta ada Kampung Wisata Rejowinangun, Kotagede.

Peserta Fordasi berfoto bersama saat melakukan kunjungan di kampung Rejowinangun, Jogja, Kamis (29/8).
Peserta Fordasi berfoto bersama saat melakukan kunjungan di kampung Rejowinangun, Jogja, Kamis (29/8).


Sejumlah desa wisata dan kampung wisata yang maju serta berkembang dengan dukungan dana keistimewaan itu ikut dipromosikan kepada peserta rapat koordinasi Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi). Peserta yang berasal dari delapan provinsi yangn memiliki otonomi khusus mengunjungi berbagai desa wisata tersebut. Selama berkunjung ada yang belajar karawitan dan membatik.


Aris menambahkan, dalam mengalokasikan dana keistimewaan untuk desa dan kampung wisata, pihaknya menilai dari potensinya. Apakah bisa dikembangkan atau tidak. Salah satunya seperti Kampung Wisata Rejowinangun.


Ketua Pokdarwis Kampung Rejowinangun Dadik Rakhmanto mengatakan, ada dua titik unggulan Kampung Sisata Rejowinangun. Pertama, sawasan On Stop Education yang terdapat lorong sayur dengan teknologi penyiraman otomatis, pengolahan sampah dan hidroponik dengan menggunakan tenaga surya. Kedua, Cluster Herbal Rejowinangun untuk mengenalkan tanaman obatan sekaligus membuat jamu tradisional.

 


"Dana keistimewaan yang kami dapatkan kami alokasikan untuk pengembangan budaya dan pariwisata. Contohnya pembinaan sanggar seni," ujarnya. Potensi Kampung Wisata Rejowinangun awalnya terbentuk dari swadaya masyarakat. Selanjutnya adanya program dana keistimewaan mereka manfaatkan secara maksimal.


"Dana keistimewaan, ibaratnya awalnya kami pakai bahan bakar premium, ini jadi pertamax turbo. Akselerasinya menjadi lebih cepat. Katalisator maju," jelasnya. (oso/kus)

Editor : Satria Pradika
#desa wisata terbaik #yogyakarta #Keistimewaan DIY #Beny Suharsono #Fordasi 2024 #Pemda DIY #umkm #dana keistimewaan #Paniradya #kampung wisata #pertumbuhan ekonomi #Pariwisata Kelas Dunia #jogja #Fordasi #diy