Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Ini Dia 8 Jenis Wayang Kulit di Asia Tenggara, Apa Saja….?

Adek Ridho Febriawan • Selasa, 9 Januari 2024 - 19:30 WIB
Ilustrasi kesenian wayang kulit. Diketahui ada beragam wayang kulit di Asia Tenggara.
Ilustrasi kesenian wayang kulit. Diketahui ada beragam wayang kulit di Asia Tenggara.

 

RADAR MALIOBORO - Siapa tak tahu wayang? umumnya masyarakat Indonesia tahu ini.

Wayang identik dengan kebudayaan Indonesia.

Wayang sudah ada sejak dulu, dan merupakan kesenian khas Asia Tenggara.

Tak hanya dipentaskan di Indonesia, pementasan wayang juga telah dilakukan selama berabad-abad di Malaysia, Thailand dan Kamboja.

Wayang kala itu menjadi bentuk kesenian yang digandrungi rakyat di Asia Tenggara.

Dalang memainkan wayang sambil melantunkan narasi yang biasanya berlatarkan zaman mitologi.

Atau erat kaitannya dengan animisme pribumi.

Selain itu juga menceritakan kisah Ramayana dan Mahabharata dari India.

 Baca Juga: PAD Wisata Libur Nataru Capai Rp 2,7 M, Tersebar di 17 Destinasi Utama

Nah, wayang sendiri rupanya banyak macamnya. Umumnya di Asia Tenggara, wujud kesenian wayang pun banyak ragamnya.

 

Yuk simak jenis wayang kulit yang ada di Asia Tenggara.

 

  1. Nang Talung

Nang Talung berasal dari Thailand Selatan.

Memiliki ukuran yang bervariasi dari 15 cm hingga hampir 50 cm. 

Repertoar Nang Talung mencakup plot yang diadopsi dari opera rakyat likay.

Karakter yang popular, antara lain seperti Ai Nol, Ai Tong, Al Muang dan Ai Klang.

Nang Talung menyuguhkan humor cabul.

Ini seringkali menjadi ciri khas Nang Talung dan selalui disukai penonton.

 Baca Juga: Bawaslu Cecar 28 Pertanyaan ke Gus Miftah, Buntut Viral Video Bagi-Bagi Uang di Kabupaten Pamekasan

Masing-masing karakter tersebut memiliki ciri khas sendiri.

Ada yang terus menggerakan mulutnya, lalu memiliki jari telunjuk berbentuk lingga, dan memiliki ciri khas penduduk asli Thailand Selatan.

Pertunjukan Nang Talung dulu berupa gubuk kecil dari bamboo, anyaman, dan seng.

Dalang dan orkestra duduk di dalam gubuk dan dipisahkan dari penonton oleh layar putih.

Saat ini Nang Talung masih dipentaskan di distrik Pattalung, Thailand Selatan.

 

  1. Wayang Kelantan

Wayang Kelantan dari Malaysia ini menceritakan Ramayana dan Mahabharata menjadi sumber penting bagi wayang Kelantan.

Kisah Rama ini diceritakan selama beradab-abad.

Setelah masuknya Islam, mereka tetap menceritakan kisah Ramayana yang magis walau sudah masuk periode Islam atau Melayu.

Di mana menceritakan suka dan duka Rama, seorang pangeran kerajaan Ayutthay dan istrinya Sita diculik oleh Rahwana, raja iblis India Kuno.

Pertunjukan wayang Kelantan tergantung pada senimannya, terkadang memadukan cerita sastra klasik Jawa.

Dalam perkembangannya, ceritanya lambat laun terlokalisasi pada standar ekstetika Melayu.

Misalnya, sosok Rama dan Rahwana lebih digambarkan seperti penduduk setempat dari mulut, hidung dan lekukan yang lebih halus dari hidung ke dahi.

Wayang Kelantan dipentaskan dalam bahasa Melayu Klasik walau kurang familiar bagi penonton tapi itu merupakan sentuhan baru.

 Baca Juga: Deadline Pelaporan dan Pembayaran SPTPD Tanggal 10 Setiap Bulan

  1. Wayang Palembang

Wayang Palembang berupa wayang kulit.

Merupakan sebuah bentuk pewayangan dengan visi dan versi dari masyarakat Palembang itu sendiri.

Jenis kesenian ini diperkirakan tumbuh sekitar abad 19 (tahun 1800an), yakni pada masa pemerintahan Arya Damar.

Bentuk fisik wayang Palembang sama dengan wayang purwa milik suku Jawa.

Namun perbedaan di antara keduanya terletak pada bahasa pengantarnya.

Wayang Kulit Palembang menggunakan bahasa Melayu Palembang baik dialek Pasaran maupun Bebaso.

 

  1. Wayang Jawa

Wayang kulit atau Wayang Jawa adalah bentuk tradisional dari kesenian wayang yang aslinya ditemukan dalam budaya Jawa dan Bali di Indonesia.

Narasi wayang kulit seringkali berkaitan dengan tema utama kebaikan melawan kejahatan.

Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003.

Wayang kulit sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Wayang kulit lebih populer di Jawa bagian tengah dan timur.

Perbedaan dengan wayang golek, lebih sering dimainkan di Jawa Barat.

 Baca Juga: KONI DIJ Lepas Atlet ke Bogor dan Hongkong, Terdiri dari Lima Atlet Taekwondo dan dari Cabor Atletik

  1. Wayang Bali

Wayang kulit Bali merujuk pada seni pertunjukan wayang kulit yang berkembang di Bali.

Pertunjukan wayang kulit Bali memiliki dua jenis tema cerita yaitu tema spiritual, dan tema hiburan.

 

Wayang kulit dengan tema pertunjukan spiritual sangat disakralkan oleh umat Hindu di Bali.

Pada upacara keagamaan tertentu, pertunjukan wayang dapat ditemukan sebagai bagian utama atau pelengkap daripada upacara tersebut.

 

  1. Wayang Sasak

Wayang Sasak merupakan wayang kulit yang berkembang kalangan masyarakat suku Sasak, Pulau Lombok.

Konon, perkembangan kesenian ini bersamaan dengan penyebaran agama Islam di abad ke 16 yang dibawa oleh Sunan Prapen.

Selain itu, kehadiran wayang kulit sasak ini juga bersamaan dengan wayang golek yang berkembang di Jawa dengan sama-sama mengambil cerita Wong Menak.

Sehingga tak heran, wayang kulit sasak juga sering kali dikenal dengan sebutan Wayang Menak.

 Baca Juga: 15 Anak SD Jadi Korban Kekerasan Seksual Gurunya, Korbannya Mengalami Trauma

  1. Wayang Banjar

Wayang kulit Banjar adalah wayang kulit yang berkembang dalam budaya suku Banjar di Kalimantan Selatan maupun di daerah perantauan suku seperti di Indragiri Hilir.

 

  1. Wayang Sbel Thom

Wayang khas Khmer (Kamboja) mementaskan boneka non-artikulasi setinggi dua meter yang terbuat dari kerawang kulit. 

Pementasan juga diiringi musik dan tarian dari dalangnya.

Tradisi wayang ini muncul sebelum periode Angkor.

Dilansir ich unesco, Sbek Thom dinilai sakral karena didedikasikan untuk para dewa.

Pementasannya hanya dapat dilakukan pada acara tertentu.

Dengan durasi tiga atau empat kali setahun.

Seperti pada tahun baru Khmer, ulang tahun raja, dan pemujaan orang-orang terkenal.

Wayang ini dibuat dari sehelai kulit.

Pengrajin menggambar sosok yang bercorak kecokelatan, memotongnya, dan mengecatnya.

Setelah itu menempelkan kedua batang bambu dan sang dalang mengendalikan wayang.

 Baca Juga: Jelang Kampanye Terbuka, Razia Knalpot Brong Diintensifkan

Editor : Meitika Candra Lantiva
#thailand #kesenian #malaysia #asia tenggara #kamboja #jenis #indonesia #wayang kulit