Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sejarah Munculnya Sepeda di Indonesia dan Jenis-Jenis Sepeda

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 7 Juni 2024 | 21:31 WIB
Polisi lapangan dengan sepedanya di Sumatera Barat, 1932 (Perpustakaan Universitas Leiden, Koleksi Digital KITLV 85264)
Polisi lapangan dengan sepedanya di Sumatera Barat, 1932 (Perpustakaan Universitas Leiden, Koleksi Digital KITLV 85264)

RADAR MALIOBORO - Sepeda pertama kali dikenal di Indonesia pada masa Kolonial Belanda.

Melansir dari polygonbikes.com, orang Belanda membawa sepeda buatan Eropa sebagai alat transportasi saat melakukan penjajahan di Indonesia.

Namun sama halnya di luar negeri, di Indonesia juga tidak semua menggunakan transportasi ini, pada waktu itu sepeda hanya digunakan oleh para penguasa dan bangsawan saja.

Pernah mendengar tentang sepeda jengki? yang mana sebenarnya nama aslinya adalah "yankee".

Sebutan ini diperuntukkan oleh orang Amerika, Istilah ini muncul ketika orang Amerika pada tahun 1960-an dapat menginvasi Indocina.

Setelah membahas kilas singkat dari siapa itu Karls Drais dan munculnya sepeda di Indonesia yuk, mari bahas jenis-jenis sepeda yang sudah Radar Jogja rangkum.

Struktur dan bentuk sepeda yang semakin hari semakin bagus sengaja diciptakan guna memaksimalkan penggunanya sesuai dengan fungsi dari setiap jenis sepeda.

Tidak jarang banyak sepeda yang memudahkan para penggunanya, ada sepeda yang dirancang untuk mendukung kecepatan, daya tahan, efisiensi, dan ada juga untuk kepentingan atraksi, berikut jenis sepeda terpopuler berdasarkan kegunannya yang telah Radar Jogja rangkum.

1. Sepeda Lipat

Jenis sepeda ini adalah salah satu jenis sepeda yang banyak digemari oleh orang - orang yang tinggal diperkotaan.

Selain karena ukuran yang ringaks, simpel dan bisa dilipat, dan juga mudah untuk disimpan serta tidak memakan banyak tempat.

Jenis sepeda ini juga memiliki bobot yang lebih ringan, sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana.

Penggunanya sendiri lebih ditujukan untuk orang-orang perkotaan yang mempunyai mobilitas sangat tinggi, sehingga sepeda ini bisa dilipat dan bisa dimasukkan kedalam transportasi umum.

2. Sepeda Gunung atau MTB

Jenis Sepeda ini biasanya dikenal juga dengan nama mountain bike atau MTB.

Sesuai dari namanya jenis sepeda ini awalnya hanya dirancang untuk menaklukan area pegunungan.

Namun jenis sepeda ini tidak hanya dipakai untuk menjangkau area gunung saja.

Sepeda ini juga dirancang dapat berjalan di area offroad yang sukar sekali dilewati oleh sepeda biasa.

Jenis sepeda gunung atau sepeda Montain Bike atau MTB ini tidak hanya memiliki satu tipe saja, melainkan sepeda gunung ini memiliki berbagai tipe berdasarkan jenis frame atau rangka sepeda berikut!

• Sepeda Gunung Hard Tail
• Rigid
• Soft Tail
• Full Suspension


Lalu dilansir dari 76rider.com, MTB atau Mountain Bike memiliki 5 disiplin atau fungsi yaitu:

• Cross country (XC)

Cross Country (XC) dirancang untuk area yang tidak terlalu ekstrem (ringan), sepeda jenis ini hanya mempunyai suspensi depan atau tanpa suspensi sama sekali.

Dikarenakan hanya memiliki suspensi depan saja sepeda gunung jenis ini dikategorikan sebagai hardtail frame.

Sepeda ini dirancang agar memiliki efisiensi dan memiliki tingkat optimal tinggi pada saat mengendarai di tanjakan.

Selain itu sepeda juga dirancang untuk bisa berjalan di jalan tanah, beraspal, hingga perjalanan jarak jauh sekalipun.

• Trail XC


Sepeda Jenis ini adalah perkembangan dari sepeda XC, yang umumnya digunakan oleh pengendara MTB rekreasi, dengan area trail off-road sepeda Trail XC biasanya dibuat untuk menghadapi area yang lebih kasar daripada sepeda jenis XC.

• Enduro/All-Mountain (AM)

Biasanya dipakai untuk jalur perpaduan antara cross country (XC) dan downhill ringan (light DH).

Didesain untuk area yang berat seperti naik turun bukit, memasuki huta, melintasi area ynag berbatu, dan menjelajah area off-road jarak jauh.

Keunggulan pada sepeda jenis ini ada di ketahanan dan kenyamanan untuk dikendarai. nama lain dari sepeda jenis ini adalah Enduro.

• Free Ride (FR)

Dirancang untuk mampu bertahan melakukan lompatan tinggi (drop off) dan kondisi ekstrem sejenisnya.

Rangka pada sepeda jenis ini dibuat kuat namun tidak secepat dan selincah sepeda jenis All-Mountain.

Karena bobotnya yang lebih berat, maka sangat kurang cocok untuk digunakan dalam perjalanan jarak jauh dan sangat tidak cocok untuk area menanjak.

• Downhill (DH)

Jenis sepeda ini memang dirancang untuk kuat namun bisa melaju lebih cepat.

Sepeda jenis ini memiliki supsensi ganda yang dapat digunakan ketika menuruni lereng dan dapat menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi.

Sepeda jenis ini memilki full suspension, namun tidak mengutamakan kenyamanan dalam mengayuh.

Sepeda ini hanya dipakai untuk menuruni lereng bukit atau gunung.

• Drit Jump (DJ)


Sepeda jenis ini pada awalnya dirancang untuk anak muda perkotaan.

Selain sebagai alat transportasi, untuk kebutuhan kecepatan (Speed) di jalan raya kota, atau juga digunakan untuk atraksi lompatan tinggi dan atraksi ekstrem.

Sepeda jenis ini sering digunakan untuk freestyle atau acara yang terdapat di perkotaan, maka sangat mirip dengan BMX, tetapi dengan bentuk yang lebih besar.

Nama lain dari jenis sepeda ini adalah trial atau urban MTB.

3. Sepeda Balap atau Road Bike

Sepeda jenis ini dibuat sedemikian rupa untuk bisa meraih kecepatan tinggi di aspal.

Jenis sepeda ini umumnya mempunyai rangka dan juga roda yang sangat ringan namun tetap kokoh dan juga dilengkapi dengan fitur pengaturan percepatan.

Perlombaan sepeda jenis ini sudah diselenggarakan sejak tahun 1868.

4. Sepeda Onthel

Jenis sepeda ini merupakan sepeda yang sangat unik dan ikonik.

Di Indonesia jenis sepeda yang satu ini sering dicari oleh orang-orang yang gemar mengoleksi barang-barang jadul dan unik.

Jenis sepeda ini juga dikenal dengan nama pit ebo atau sepeda kerbau.

Sepeda onthel ini adalah cikal bakal dari sepeda jengki yang juga mempunyai tampilan klsik nan unik, jenis sepeda ini banyak dicari dan diminati oleh orang banyak seba desain dan model dari sepeda ini yang tak lekang oleh waktu.

5. Sepeda Fixie

Jenis sepeda ini memiliki nama asli sepeda fixied gear, sepeda ini sebetulnya mempunyai rangka dan juga roda serta bobot yang hampir mirip dengan sepeda balap, sebab sama-sama ringan, namun perbedaan jenis sepeda ini terlihat mencolok pada mekanisme pada pergerakan rodanya.

Pada sepeda jenis ini mempunyai mekanisme pergerakan roda yang tidak bebas.

Sehingga apabila dikayuh ke depan maka pedal beserta bannya juga akan terus bergerak mengikuti gaya yang digunakan.

Namun tidak hanya itu pada sistem mekanisme sepeda biasanya dapat di kayuh kebelakang berbeda dengan sepeda ini, maka sepeda ini akan mengalami mekanisme pengereman (Doll-Trap).

Itulah beberapa penjelasan singkat mulai dari sejarah sepeda, siapa itu Karls Drais dan sejarah singkat sepeda di Indonesia yang perlu kalian ketahui.

Yuk, mari sehatkan tubuh, kurangi polusi udara, serta hindari kemacetan dengan bersepeda. (Bayu Prambudi Susilo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#jenis sepeda #Penjajahan #sepeda #Kolonial Belanda #jenis #indonesia #sejarah #bangsawan #transportasi