RADAR MALIOBORO – Kerajaan Mataram Islam, yang berdiri megah di Pulau Jawa dari akhir abad ke-16 hingga pertengahan abad ke-18, meninggalkan warisan budaya dan sejarah yang kaya. Didirikan oleh Panembahan Senopati pada tahun 1586, kerajaan ini berpusat di Kotagede, Yogyakarta, dan memainkan peran penting dalam penyebaran agama Islam serta perkembangan kebudayaan Jawa. Salah satu tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi adalah Kotagede, ibu kota pertama Mataram Islam, di mana dapat ditemukan Keraton Kotagede yang megah meski kini hanya tersisa reruntuhan, serta Masjid Mataram Kotagede yang dibangun pada tahun 1575. Pasar Legi, yang telah menjadi pusat perekonomian sejak zaman Pajang, juga terletak di sini, serta kompleks makam para raja Mataram yang menjadi saksi bisu sejarah.
Setelah pusat pemerintahan berpindah, Yogyakarta dan Surakarta muncul sebagai pewaris takhta dengan peninggalan-peninggalan megah. Di Yogyakarta, Keraton Kesultanan Yogyakarta, yang dibangun pada tahun 1755, menjadi pusat pelestarian seni dan tradisi Jawa, sementara Keraton Kasunanan Surakarta, yang didirikan pada tahun 1744, berfungsi sebagai museum yang menyimpan pusaka dan barang antik. Masjid Agung Gedhe Kauman di Yogyakarta dan Masjid Agung Keraton Surakarta juga menjadi tempat ibadah yang kaya akan sejarah.
Salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan adalah Kompleks Makam Imogiri, yang terletak sekitar 17 kilometer di selatan Kota Yogyakarta. Makam ini menjadi peristirahatan terakhir para raja Mataram Islam, termasuk Sultan Agung, dan dibangun di puncak Bukit Merak. Pengunjung harus mengenakan pakaian adat Jawa saat berziarah ke kompleks ini, yang dibagi menjadi beberapa astana, masing-masing menyimpan makam para penguasa Mataram.
Selain itu, Taman Sari, bekas taman istana Keraton Yogyakarta, dan Selokan Mataram, saluran irigasi yang dibangun pada masa pendudukan Jepang, juga menjadi bagian penting dari warisan sejarah Mataram. Tempat-tempat bersejarah ini adalah warisan berharga yang perlu dijaga dan dilestarikan. Dengan mengunjungi dan mempelajari sejarahnya, kita dapat lebih menghargai kekayaan budaya Indonesia serta mengambil inspirasi dari nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin