Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pengendara Lawan Arus di Jalan Kerto Umbulharjo Yogya Hampir Tabrak Warga, Lalu Panggil Gerombolan Pengeroyok, Kejadian Malam Senin 30 Maret 2026

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 1 April 2026 | 11:25 WIB

Cuplikan video viral pengendara melawan arus malah marah-marah dan meludahi korban. (@merapi_uncover)

Cuplikan video viral pengendara melawan arus malah marah-marah dan meludahi korban. (@merapi_uncover)

Yogyakarta – Keamanan berkendara di Kota Yogyakarta kembali menjadi sorotan setelah seorang warga nyaris ditabrak pengendara motor yang melawan arah di Jalan Kerto, Umbulharjo, pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 20.45 WIB.

Alih-alih minta maaf, pelaku justru marah, mengejar korban, dan memanggil 6–7 orang temannya untuk mengintimidasi serta mengancam kekerasan.

Korban yang meminta identitasnya disembunyikan menceritakan kronologi kejadian melalui akun Instagram @merapi_uncover.

“Saya spontan berteriak karena kaget. Pelaku tidak terima, langsung berbalik mengejar dan menghadang saya,” ujarnya.

Baca Juga: Deforestasi Indonesia Melonjak 66% di 2025: 433.751 Hektare Hutan Gundul dalam Satu Tahun Prabowo, Dipicu Sawit hingga Food Estate

Situasi semakin memanas. Pelaku yang tidak memakai helm itu memanggil gerombolan.

Mereka datang sambil berteriak anarkis, meludahi korban, memotret plat nomor kendaraan, dan terus mengancam.

Bahkan teman korban yang berada di belakang sempat dipukul salah satu dari kelompok tersebut.

Warga sekitar yang mencoba melerai pun ikut diteriaki dan diancam.

“Awalnya hanya hampir terjadi kecelakaan, tapi berubah jadi ancaman serius. Melawan arus, tidak pakai helm, hingga mengundang pengeroyokan. Situasi seperti ini sangat berbahaya,” tulis korban.

Baca Juga: Pelatih MMA Bali Belda Brig Sando Cekik Turis Rusia Mabuk yang Diduga Lecehkan Perempuan Lokal di Uluwatu

Kekhawatiran Warga Jogja soal Keselamatan di JalanKejadian di kawasan Umbulharjo ini menambah daftar kasus pelanggaran lalu lintas yang berujung pada aksi premanisme di Yogyakarta.

Jalan Kerto merupakan ruas jalan yang cukup ramai, terutama di malam hari, dan sering menjadi jalur alternatif warga sekitar.

Banyak warga Yogyakarta dan sekitarnya khawatir fenomena “pengendara liar” yang melawan arus, tidak memakai helm, dan mudah memprovokasi keributan semakin marak.

Hal ini berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, termasuk pejalan kaki, pengendara ojek online, dan keluarga yang sedang berkendara. Selalu mematuhi aturan lalu lintas dan arah jalan. Menggunakan helm standar SNI. Menghindari sikap emosional yang dapat memicu konflik. Segera melaporkan ke polisi jika mengalami intimidasi atau ancaman kekerasan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Polresta Yogyakarta mengenai laporan atas kejadian tersebut.

Baca Juga: Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 untuk Ketiga Kalinya Berturut-turut, Kalah Penalti dari Bosnia-Herzegovina

Masyarakat diharapkan lebih waspada dan aktif melaporkan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan keselamatan umum.

Polisi diimbau meningkatkan patroli di kawasan rawan seperti Umbulharjo, Kotagede, dan ruas-ruas alternatif di Kota Jogja, terutama pada malam hari. (iwa)

(Artikel berdasarkan laporan warga yang dibagikan di Instagram @merapi_uncover pada 31 Maret 2026)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Pengendara Lawan Arus #Jalan Kerto Umbulharjo #pengeroyok #kronologi Jalan Kerto #Yogya