Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

BREAKING: AS Blokade Pelabuhan Iran di Selat Hormuz dan Teluk Oman, Lebih dari 10.000 Pasukan AS Hentikan Ekspor Minyak Iran

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 15 April 2026 | 13:00 WIB
Amerika Serikat secara resmi memberlakukan blokade angkatan laut penuh terhadap semua pelabuhan Iran di Selat Hormuz dan Teluk Oman mulai Senin (13 April 2026).
Amerika Serikat secara resmi memberlakukan blokade angkatan laut penuh terhadap semua pelabuhan Iran di Selat Hormuz dan Teluk Oman mulai Senin (13 April 2026).

(Krisis Timur Tengah Memanas – Tanker Iran Ditahan, Kapal China Diperingatkan, Harga Minyak Global Terancam Naik)

WASHINGTON – Amerika Serikat secara resmi memberlakukan blokade angkatan laut penuh terhadap semua pelabuhan Iran di Selat Hormuz dan Teluk Oman mulai Senin (13 April 2026).

Langkah ini diumumkan oleh U.S. Central Command (CENTCOM) dan langsung diberlakukan dengan kekuatan besar, melibatkan lebih dari 10.000 pasukan AS, lebih dari selusin kapal perang, serta puluhan pesawat tempur.

Menurut pernyataan CENTCOM, blokade ini menghentikan seluruh perdagangan ekonomi melalui laut yang masuk dan keluar dari Iran.

Baca Juga: Dampak UU TPKS pada Kasus Pelecehan Seksual Verbal di Grup WhatsApp 16 Mahasiswa FH UI: Bisa Dijerat Pidana hingga 9 Bulan Penjara atau Kekerasan Berbasis Elektronik hingga 6 Tahun

Kapal-kapal Angkatan Laut AS telah mencegat dan memutar balik beberapa tanker minyak Iran.

Hingga berita ini diturunkan, setidaknya delapan tanker Iran telah dihalangi, termasuk dua tanker yang berangkat dari Pelabuhan Chabahar.

Sementara itu, lebih dari 20 kapal komersial non-Iran diizinkan melintas bebas melalui Selat Hormuz selama tidak menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.

Namun, sebuah tanker China sempat diblokir atau diberi peringatan keras selama operasi penegakan blokade berlangsung.

Baca Juga: Heboh, 16 Mahasiswa Hukum UI Terlibat Pelecehan Seksual Verbal di Grup WhatsApp, Kampus Lakukan Penyelidikan Penuh dan Copot dari Organisasi

Blokade ini diterapkan secara tegas dan imparsial terhadap semua kapal dari berbagai negara yang mencoba memasuki atau keluar dari wilayah pelabuhan Iran di Teluk Persia maupun Teluk Oman.

Tujuannya adalah membatasi kemampuan Iran mengekspor minyak mentahnya yang mencapai sekitar 1,8–2 juta barel per hari, sehingga memberikan tekanan ekonomi maksimal pasca-gagalnya putaran terakhir perundingan damai antara AS dan Iran.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa blokade ini diperlukan untuk mencegah Iran “memeras” dunia melalui pengendalian jalur perdagangan vital tersebut.

Namun, AS menegaskan tetap menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz untuk lalu lintas internasional yang tidak terkait dengan Iran.

Baca Juga: Spider-Man: Beyond the Spider-Verse Rilis 18 Juni 2027, Sony Ungkap Footage Eksklusif dan 4 Gambar Baru di CinemaCon

Hingga saat ini, belum ada laporan insiden tembak-menembak, meski Iran telah mengeluarkan ancaman balasan.

Situasi di perairan strategis yang menjadi jalur utama pasokan minyak dunia ini terus dipantau ketat dan berpotensi memengaruhi harga minyak global serta stabilitas ekonomi internasional. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Blokade Selat Hormuz #Blokade Pelabuhan Iran #US Navy vs Iran 2026 #Krisis Timur Tengah #Ekspor Minyak Iran