RADAR MALIOBORO - Warung rawon yang telah beroperasi selama 19 tahun terpaksa tutup setelah mendapat review kurang baik dari seorang food Vlogger, Vlogger tersebut megomentari rasa rawon di warung mamiku, yang menyebabkan rekasi marah dari banyak pengguna media sosial.
Setelah video kontennya diunggah banyak komentar pedas dari netizen yang mengatakan bahwa ulah food vlogger tersebut menjadi penghalang rezeki untuk orang lain.
Tidak hanya pemilik warung yang rugi tetapi juga para pekerja yang sangat membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya.
Dalam kontennya, Debi mengatakan bahwa penjual rawon mungkin seorang seniman karena rasa rawonnya yang dijual mood-moodan, rasa kuahnya keasinan, telur asin yang tidak asin merata, touge yang dipisah-pisah dari kuah, membuat rasanya langu dan mengganggu karena tidak tersiram langsung oleh kuah panas.
Ia juga melanjutkan bahwa rawon tersebut tidak akan cocok jika dicampur dengan lalapan apapun, dan terakhir diberi rating 14 dari 21.
Setelah insiden tersebut, sang vlogger meminta maaf langsung kepada pemilik warung, Gilang Putut. Keduanya bertemu untuk menyelesaikan masalah, dan Debi (Vlogger) kembali menyampaikan permohonan maaf atas video yang dia unggah.
(Dia Daiyanti)
Sumber : berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin