Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Es Dawet Legendaris Mbah Hari, Kesegaran yang Sudah Tercipta Sejak Tahun 1965 di Jogja

Iwa Ikhwanudin • Senin, 19 Agustus 2024 - 22:19 WIB
Foto Mbah Hari saat Berjualan Es Dawet Legendarisnya. (Instagram: @jogjakakilima)
Foto Mbah Hari saat Berjualan Es Dawet Legendarisnya. (Instagram: @jogjakakilima)

RADAR MALIOBORO - Es dawet Mbah Hari adalah salah satu ikon kuliner legendaris di Yogyakarta.

Sejak tahun 1965, es dawet ini telah menjadi favorit banyak orang, baik warga lokal maupun wisatawan.

Terletak di pasar Beringharjo, es dawet ini menawarkan kesegaran yang tak terlupakan dan cita rasa yang autentik.

Mbah Hari mulai berjualan es dawet sejak masih sangat muda.

Dengan semangat yang tak pernah padam, beliau konsisten mempertahankan resep kualitas es dawetnya selama lebih dari setengah abad.

Bahan-bahan alami yang segar dan proses pembuatan yang tradisional menjadi kunci kelezatan es dawet Mbah Hari.

Resep es dawet ini merupakan resep turun temurun di keluarga Mbah Hari, dan Mbah Hari merupakan turunan ketiga.

"Simbah dari dulu ndak pernah nambahi apa apa dari resep es dawet yang sudah turun-temurun supaya rasanya sama seperti yang simbok (ibu) saya buat dulu," ucapnya.

Yang membedakan es dawet Mbah Hari dengan yang lainnya adalah variasi dan topping yang kaya.

Selain cendol hijau yang lembut dan santan yang gurih, es dawet ini juga dilengkapi dengan cincau hitam, potongan nangka segar, dan sirup gula jawa yang kental.

Perpaduan semua bahan tersebut menghasilkan citra rasa yang unik dan menyegarkan.

Bagi banyak orang, es dawet Mbah Hari bukan hanya sekedar minuman.

Ini adalah bagian sejarah dan budaya kuliner Yogyakarta. Mbah Hari telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, dari satu generasi ke generasi lainnya. Banyak pelanggan setia yang datang kembali untuk menikmati es dawet ini, bahkan ada yang datang dari luar kota hanya untuk mencicipinya.

Anda dapat menemukan es dawet legendaris ini di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Mbah Hari biasanya berjualan mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB

Walaupun es dawet ini laris manis, namun untuk menikmati es dawet Mbah Hari cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 5000 seporsinya. "Dulu mulai dari Rp. 25, terus Rp. 50, Rp. 150, Rp. 1000, Rp. 2000, Rp. 3000, dan yang terakhir adalah Rp. 5000, hingga sekarang," ucapnya sambil menyajikan dawet untuk pelanggan.

Es dawet Mbah Hari adalah bukti bahwa kuliner tradisional Indonesia memiliki daya tarik yang abadi. Dengan rasa yang khas, harga yang terjangkau, dan sejarah yang panjang, es dawet ini patut menjadi salah satu destinasi kuliner wajib saat anda berkunjung ke Yogyakarta.

(Rifqa Fitria Nafisa)
Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#dawet #dawet mbah hari beringharjo #dawet mbah hari #pasar beringharjo