RADAR MALIOBORO - Jika anda berkesempatan untuk jalan-jalan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, maka wajib untuk menyicipi berbagai makanan khas disana. Makanan khas orang Manggarai, yang berasal dari wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, memiliki cita rasa yang unik dan kaya akan tradisi lokal. serta cara memasaknya yang sederhana namun sarat dengan nilai tradisional. Beberapa keunikan dari makanan khas Manggarai antara lain:
Masyarakat Manggarai sering menggunakan bahan-bahan alami yang berasal dari lingkungan sekitar, seperti ubi, jagung, pisang, dan berbagai tanaman lokal. Misalnya, jagung menjadi bahan dasar dalam banyak hidangan karena menjadi sumber pangan utama di daerah ini.
Se’i adalah salah satu hidangan khas berupa daging yang diasap. Daging ini, yang bisa berasal dari sapi, babi, atau rusa, diproses dengan diasapi menggunakan kayu bakar, memberikan aroma khas dan cita rasa unik. Proses pengasapan juga membuat daging lebih awet.
Beberapa makanan khas Manggarai antara lain:
1. Rumpu Rampe: Sayuran khas Manggarai yang terbuat dari daun singkong, pepaya muda, dan bunga pepaya yang dimasak bersama bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai. Rasa pahit bunga pepaya memberikan sensasi khas pada masakan ini.
2. Catemak Jagung: Bubur jagung yang dicampur dengan kacang-kacangan dan sayur-sayuran. Makanan ini biasanya disajikan sebagai makanan penutup atau kudapan sehari-hari.
3. Se’i Daging: Meskipun lebih dikenal dari daerah lain di NTT, Manggarai juga memiliki versi daging asap atau se’i, biasanya terbuat dari daging babi atau sapi yang diasapi perlahan hingga matang dan diberi bumbu sederhana.
Baca Juga: Verrel Bramasta Klarifikasi Tuduhan Menggunakan Ponsel Saat Rapat DPR: Sedang Mencari Informasi Penting
4. Rebok: Makanan ringan tradisional yang terbuat dari tepung beras atau jagung yang dicampur dengan gula dan air. Rebok biasanya dikonsumsi sebagai makanan selingan atau camilan.
5. Tapa Kolo: Nasi yang dimasak dalam bambu. Tapa Kolo biasanya disajikan dalam acara-acara adat atau upacara, dan dimasak dengan cara tradisional menggunakan bara api, memberikan aroma bambu yang khas.
Makanan-makanan ini mencerminkan kearifan lokal dan tradisi kuliner masyarakat Manggarai yang erat terkait dengan alam sekitarnya. Anda dapat menyicip makanan tersebut dibeberapa restoran Manggarai, harganya juga masih terjangakau. (Dia Daiyanti)
Sumber : berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin