Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Review Film Pasar Setan (2024), Begini Fakta Menarik di Balik Pembuatan Film. Salah Satunya Ungkap Penemuan Video Tragedi Kelam!

Adinda Ayu Farhani • Sabtu, 16 Maret 2024 | 18:50 WIB
Film Horor Pasar Setan. Berikut review filmnya!
Film Horor Pasar Setan. Berikut review filmnya!

RADAR MALIOBORO - Film horor Pasar Setan (2024) tampil beda.

Film horor ini lebih berani dengan sajian sinematik yang apik di tahun ini.

Sejak dirilis di seluruh bioskop Indonesia pada 29 Februari 2024, film foundfootage ini semakin ramai diperbincangkan.


Karakter Wisnu Surya Pratama di kursi sutradara, menangani alur cerita film tersebut.

Pasar Setan (2024) yang menekankan dua perspektif.

Jika dilihat dari sejarahnya, Wisnu memiliki karir yang cukup mengesankan sebagai sutradara.

Film lamanya berjudul Burung Kicau: Burung Kicau karya Wisnu masuk nominasi Film Dokumenter Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia 2017.

Pasar Setan (2024) diproduksi oleh IDN Pictures.

Merupakan karya film terbaru Wisnu Surya Pratama di genre horor.

Wisnu berkolaborasi dengan beberapa aktor Indonesia, untuk menyoroti isu-isu yang nyata yang dirasakan masyarakat.


Sinopsis Film Pasar Setan


Pasar Setan (2024) menghadirkan dua perspektif dalam media yang berbeda, yakni masa kini dan masa lalu yang termuat dalam rekaman video.

Kisah kelam berbalut tragedi ini dimulai dengan penyelidikan yang agak tidak bermoral oleh para pemburu hadiah.

Tamara (Audi Marissa) berperan sebagai vlogger terkenal yang mendapatkan popularitas karena konten horornya.

Namun, Tamara menggunakan interaksi palsu dalam kontennya yang dia tidak tahu akan dia alami di rumah di masa depan.


Hari malang datang dalam hidup Tamara ketika video palsunya terungkap dan diketahui oleh para penggemarnya.

Ibarat terjun payung, karier Tamara mendadak melejit.

Bukan hanya soal ketenaran, tapi penghasilan Tamara pun menurun sehingga ia merasa terpukul.

Untuk mengembalikan nama baiknya, Tamara bertekad mencari kebenaran tentang mitos pasar setan di gunung.


Tamara kehilangan akal sehatnya karena kariernya yang tersembunyi, sehingga ia berencana mendaki gunung bersama timnya.

Tim tersebut beranggotakan Kevin (Roy Sungkono), Caca (Shindy Huang) dan Yunus (Pangeran Lantang).

Karena putus asa, tim Tamara mencoba menyelidiki jejak mitos pasar setan di Bukit Salak.


Namun serangkaian tragedi di pasar kaya alkohol tersebut menyebabkan Tamara kehilangan temannya.

Hingga akhirnya, polisi ditugaskan ke Gunung Salak untuk menyelidiki kasus pembunuhan yang melibatkan Tamara.

Rani (Michelle Tahalea), petugas polisi yang ditugaskan menyelidiki kasus tersebut, menemukan video yang memperlihatkan sisi gelap pencarian pria tersebut.

Pasar Setan, kematian tiga anggota kru Tamara hanyalah awal dari tragedi dan kengerian yang terjadi di hutan terlarang Gunung Salak.


Rani pun berusaha sekuat tenaga untuk menyelidiki jejak ekspedisi berbahaya ini.

Di sisi lain, Tamara rupanya selamat namun terjebak dalam keadaan aneh.

Mampukah Rani menemukan kebenaran dibalik tragedi hutan terlarang?


Pasar Setan (2024) dan Racikan Premis Penuh Tragedi


Pasar Setan (2024) menyoroti perjuangan polisi dalam kasus pembunuhan yang melibatkan kekuatan gaib.

Premis ini bukanlah hal baru di industri film, sob.

Seperti yang kita ketahui, film horor lokal selama ini lebih banyak berfokus pada hantu yang meneror karakternya bukan? Sudut pandang Rani sebagai polisi memberi warna baru dalam perjalanan mencari pasar setan.

Nuansa rekaman TKP, investigasi ala polisi, dan penyelidikan awal akibat kegigihan Rani memberikan sedikit aroma segar.


Di sisi lain, ada unsur "mitos" tentang kawasan keramat yang dihuni dari roh dan jin masih dianggap klasik.

Dari sekian banyak film horor dan misteri yang memenuhi penontonnya, unsur “mitos” lah yang paling sering dieksplorasi.


Panggonan Wingit (2023) yang membingkai mitos hotel berhantu di satu ruangan.

Namun perpaduan unsur mitos dan investigasi ala polisi terkesan tidak membosankan, karena rangkaian tragedi harus dirangkai.


Penonton diajak mengikuti setiap jejak yang hilang dan tersisa layaknya potongan puzzle.

Menarik bukan? Plot dan premis film horor lokal sepertinya semakin beragam nih sob.


Tak Sekadar Angkat Mitos dari Hutan Terlarang


Unsur mitos dalam cerita rakyat menjual dan menggugah selera, apalagi sebagian besar penonton Indonesia sudah familiar dengan cerita horor.

Namun memasukkan unsur mitos ke dalam sebuah cerita mempunyai tantangan tersendiri.

Kabar baiknya, Pasar Setan (2024) juga menampilkan Nyi Salimah yang disebut-sebut sebagai santo pelindung pasar setan.

Tokoh Nyi Salimah mengingatkan kita pada Mak Lampir di film Lampir (2024) yang menebar ketakutan kepada para korbannya.


Karakter Mak Lampir yang hidup dalam legenda urban di Gunung Merapi menambah cita rasa film Lampir (2024), menjadikan karakter hantu sebagai highlight utama.

Nah, film Pasar Setan (2024) menampilkan partisipasi Nyi Salimah secara tepat agar unsur mitosnya tidak hanya datar saja.


Rangkaian Adegan Gore dan Visualisasi Kelam


Banyaknya gore dalam film ini sangat mendukung aspek menghantui dan mitos di baliknya.

Kematian karakter yang bisa membuat kita takut untuk membuktikannya sobat.

Wajar jika membuat film horor tanpa memperhatikan kedipan dan visual membuat hasil akhirnya kurang enak.

Untungnya rendering setiap adegan, khususnya karakter Nyi Salimah di Pasar Setan (2024), cukup menawan.

Apalagi skornya cukup membuat jantung berdebar-debar, itulah yang kita harapkan saat menonton film horor.


Pasar Setan (2024) Tawarkan Sinematik Found Footage


Yang menarik dari film ini ada pada sinematografinya, sobat.

Anda mungkin pernah menonton film dokumenter yang fokus pada cuplikan video.

Jadi Pasar Setan (2024) menggunakan foundfootage, yaitu sebuah teknik menyajikan cerita dan plot melalui rekaman temuan para karakternya.


Sayangnya, foundfootage dalam film ini masih perlu dipoles agar terasa lebih kuat.

Bisa dibilang, film ini lebih fokus pada suasana pegunungan yang memuakkan dan menakutkan.

Namun teknik film ini menjadi tambahan baru dalam daftar film horor yang wajib ditonton di tahun 2024.


Jika kamu tertarik dengan found eksekusi, film ini mungkin bisa menjadi pilihanmu sob.


Meski tidak ada kekurangan adegan sinematik dan indah untuk mengeksplorasi karakternya, film Pasar Saatan (2024) langsung mengangkat fenomena para pembuat konten di era digital.


Seperti yang kita ketahui, profesi pembuat konten semakin populer, begitu pula persaingannya.

Oleh karena itu, pelanggaran konten yang dilakukan Tamara menjadi topik yang menarik untuk diangkat dalam film ini.


Tak hanya persoalan sosial, film ini juga menyajikan cerita tentang pendakian gunung yang disukai penonton pendakian.

Kita berdua tahu bahwa banyak pendakian berakhir dengan kematian dan bahkan banyak pendaki yang tersesat ke dunia supernatural.


Singkatnya, film ini layak untuk ditonton di akhir pekan, terutama jika anda menyukai twist baru dalam cerita horor. Selamat menonton sob!



Editor : Meitika Candra Lantiva
#review film #pasar setan #Fakta Menarik di Balik Pembuatan Film #Wisnu Surya Pratama #sinematik #idn pictures #horor