RADAR MALIOBORO - Kartika Putri merasa disalahpahami oleh netizen yang menganggapnya menyindir Raffi Ahmad dan Nagita Slavina terkait konten mereka di eskalator Masjidil Haram.
Dia menegaskan, bahwa konten tersebut dibuat tidak ada niatan menyindir siapapun. Ibu dua anak itu merasa bahwa penilaian netizen terhadapnya adalah keliru.
Karput sapaan akrabnya dari Kartika Putri itu menjelaskan, tujuan dari video yang dia buat bersama suaminya hanyalah untuk bahan lelucon atau bercanda.
Mereka terinspirasi karena banyak artis lain juga membuat konten di eskalator area Masjidil Haram yang sedang viral saat itu.
"Ngefitnah saya nyindir Mbak Gigi hahahaa, Asli, ngakak. Netizen-netizen, konten lawak digoreng," tulis Kartika Putri dalam unggahannya di Instagram.
Terlebih, dia memastikan bahwa selama berada di Tanah Suci keberadaannya sangat dekat dengan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad.
Dia sering mengunjungi hotel tempat pasangan tersebut menginap, yang mana mereka telah dikaruniai dua orang anak.
"Hari-hari saya di Makkah main di kamarnya Raffi sama Mbak Gigi, nitip sebagian ASI di kulkas Mbak Gigi. Diajakin makan malam di sana nongkrong di kamar mereka," ujarnya.
Sepertinya Habib Usman memang terkenal dengan gaya bercandanya yang kadang-kadang bisa membuat orang merasa kesal.
Pernyataannya terkait Kartika Putri dengan sebutan "orang kampung norak" dimaksudkan sebagai guyonan atau candaan ringan belaka untuk sang istri.
Orang Betawi memang dikenal memiliki selera humor yang khas, seringkali menggunakan bahasa yang lugas dan cenderung lucu dalam berkomunikasi sehari-hari.
Dalam konteks ini, mungkin ada unsur humor atau sindiran halus dari Habib Usman terhadap Kartika Putri terkait konten yang dibuatnya di eskalator.
Meskipun terkadang candaannya bisa terdengar kontroversial atau menyebabkan kesalahpahaman, banyak orang yang memahami bahwa itu adalah bagian dari karakternya yang suka bercanda.
"Habib nyablak pun karena memang dia orang Betawi, ngomongnya begitu. Jadi bukan maksud apa-apa dan dia bilang begitu keaku istrinya, malah digoreng. Miris," katanya.
Editor : Winda Atika Ira Puspita