Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Menakjubkan! Mekarnya Bunga Putih dan Ungu di Gurun Atacama Tempat Terkering di Dunia

Bahana. • Jumat, 12 Juli 2024 - 05:08 WIB

Gurun Atacama.
Gurun Atacama.
RADAR MALIOBORO - Gurun Atacama di Chili, yang dikenal sebagai salah satu tempat paling kering di dunia.

Baru-baru ini mengalami fenomena alam yang menakjubkan.

Perbukitan berpasir di ini diselimuti oleh bunga berwana putih dan ungu.

Menciptakan pemandangan yang kontras dengan kondisi kering dan tandus yang biasanya mendominasi wilayah ini.

Fenomena ini, yang dikenal sebagai Desierto Florido atau Bunga Gurun.

Biasa terjadi setelah hujan langka namun cukup intens mengguyur kawasan tersebut.

Desierto Florido adalah fenomena yang jarang terjadi, biasanya hanya terlihat setiap beberapa tahun sekali ketika kondisi cuaca memungkinkan.

Hujan yang cukup di Gurun Atacama dapat memicu benih-benih yang telah dorman selama bertahun-tahun untuk berkecambah dan mekar.

Dalam beberapa minggu setelah hujan, gurun yang biasanya gersang berubah menjadi hamparan bunga bewarna-warni.

Menurut Dr. Fernando Astudillo, seorang ahli ekologi dari Universitas Católica del Norte, fenomena ini adalah contoh luar biasa dari kemampuan adaptasi tanaman terhadap lingkungan ekstrem.

Benih-benih ini mampu bertahan selama bertahun-tahun di bawah tanah yang kering, menunggu kondisi yang tepat untuk tumbuh.

Gurun Atacama memiliki curah hujan yang sangat rendah, dengan beberapa daerah menerima kurang dari 15 mm hujan per tahun.

Beberapa bagian gurun bahkan tidak menerima hujan sama sekali selama bertahun-tahun.

Namun, ketika hujan turun efeknya bisa sangat dramatis.

Pada bulan-bulan awal tahun ini, Atacama menerima hujan yang cukup untuk memicu fenomena Desierto Florido.

Menurut laporan dari Direccion Meteorologica de Chile, hujan yang turun pada awal tahun ini cukup untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan mekar bunga.

Curah hujan yang tercatat adalah sekitar 20 mm dalam beberapa hari, yang cukup untuk menghidupkan kembali benih-benih yang tertidur.

Fenomena ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi para peneliti dan ahli ekologi, tetapi juga menarik wisatawan dari seluruh dunia.

Ribuan pengunjung datang untuk menyaksikan keajaiban alam inidan mengambil foto pemandangan yang spektakuler.

Pemerintah Chili telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi area ini dan memastikan bahwa mekarnya bunga tidak terganggu oleh aktivitas manusia.

Menurut laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup Chili, upaya konservasi termasuk pembatasan akses ke beberapa daerah yang paling sensitif dan edukasi kepada wisatawan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.


Penulis : Adawiya Durrotul Hikma

Editor : Bahana.
#Gurun Atacama Chili #bunga