RADAR MALIOBORO - Obrog wayang wong adalah sebuah tradisi yang berasal dari Indramayu, Jawa Barat, yang dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri.
Secara historis, Obrog wayang wong diciptakan oleh Sri Susuhunan Hamangkurat I pada tahun 1731 di Kerajaan Mataram.
Wayang wong menggunakan manusia sebagai pengganti boneka-boneka wayang, dengan kostum dan topeng yang mirip dengan wayang kulit.
Cerita-cerita yang ditampilkan dalam wayang wong berbasis pada duel epik dari Mahabharata dan Ramayana, dengan penampilan tari kolosal dan individu per pemain di setiap jeda cerita.
Tujuan utama dari acara obrog wayang wong adalah untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan kebahagiaan bagi masyarakat sebelum hari raya Idul Fitri.
Acara ini juga bertujuan untuk menghormati dan memuja dewa-dewa dalam pewayangan Jawa, seperti Batara Kala dan Batara Guru.
Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan obrog wayang wong:
1. Pertunjukan Wayang: Pertunjukan wayang wong yang menampilkan cerita-cerita dari pewayangan Jawa, seperti cerita tentang Batara Kala dan Batara Guru, Gatotkaca, Ramayana, maupun Punakawan
2. Topeng dan Kostum: Para penari menggunakan topeng dan kostum khas wayang wong yang dibuat dari bahan-bahan tradisional, seperti kulit kayu dan kain.
3. Musik Tradisional: Pertunjukan ini menggunakan alat musik tradisional seperti gamelan dan angklung untuk mengiringi tarian.
4. Ritual dan Upacara: Tradisi ini juga melibatkan ritual dan upacara adat yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan keberkahan.
Obrog wayang wong merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang penting dan masih dilestarikan hingga saat ini.
Acara ini tidak hanya memiliki makna spiritual tetapi juga merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya Jawa, terutama di daerah Indramayu, Jawa Barat.
(Writer: Rumyanah Irvadia)
(Sumber: DKD Channels, Jurnal oleh Wijayanti M.Pd., dan Youtube Asma shooting)
Editor : Iwa Ikhwanudin