Ritual ini sudah di lakukan secara turun-temurun dari nenek moyang yang hingga sampai saat ini masih berlaku.
Seperti halnya tradisi Bugis Makassar yang masih menggunakan adat Mappacci.
Mappacci berasal dari kata Paccing ( bersih atau biasa di sebut hari pacar ) yang merupakan acara adat perkawinan yang di lakukan malam hari yang bertujuan untuk membersihkan kedua mempelai dari hal-hal yang tidak baik yang dapat menghambat terlaksanannya acara perkawinan.
Di dalam menyelenggarakan adat Mappacci atau biasa di sebut malam Mappacci calon mempelai harus mempersiapakan perlengkapan malam Mappacci.
Sejumlah barang yang dipersiapkan, lilin menyala, beras, bantal yang di letakkan di depan calon pengantin, sarung yang berlapiskan tujuh lembar, daun pisang, daun nangka dan daun pacci.
Mappacci memiliki makna tersendiri yaitu:
1. Lilin menyala yang menjadi simbol menerangi kehidupan yang akan di tempuhnya.
2. Beras menjadi lambing akan datangnya rezeki untuk kedua mempelai.
3. Bantal yang di letakkan di depan mempelai berlambangkan martabat atau kehormatan.
4. Sarung yang berlapisakan tujuh lembar yang memiliki simbol memudahkan ( matujju ) rezeki bagi mempelai turun-temurun untuk kehidupan selanjutnya.
5. Daun pisang di simbolkan sebagai kehidupan sambung menyambung seperti daun pisang hidup di alam saling berganti.
6. Daun Nangka ( panasa ) dimana dalam suku Bugis kata manasa atau mamminasa di artikan harapan bagi calon pengantin.
7. Daun pacci melambangkan kerukunan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Di adat malam Mappacci juga terdapat khatam Al-Qur’an, apabila mempelai belum khatam Al-Qur’an maka di selenggarakan sebelum acara malam Mappacci di mulai.
Proses malam Mappacci ini juga melibatkan seluruh keluarga besar dari kedua calon mempelai.
Lazimnya, melibatkan Sembilan pasang keluarga yang bersalah dari keluarga ayah dan ibu mempelai.
Dalam hal ini melibatkan keluarga besar bertujuan untuk membekali calon mempelai dengan restu agar menjalin keluarga Sakinah mawaddah warohmah yang mendatangkan berkah dan kesetiaan.
Ritual Mappacci yaitu calon pengantin akan duduk di atas lamming atau tempat pengantin.
Lalu satu persatu pasangan atau orang di tunjuk akan mengusap daun pacci atau daun pacar pada telapak tangan pengantin seraya berdoa.
Adapun yang terpilih dalam ritual mappacci merupakan para keluarga besar yang memiliki keluarga bahagia.
Setelah itu, di sambung dengan mabarsanji yang biasa di sebut berzikir dan membaca solawat Nabi SAW dan di tutup dengan ucapan alhamdulillah.
Bagi yang ingin menikah dengan adat Mappaci ini bisa jadi panduan.
Penulis: Erika Novita Aryani
Editor : Bahana.