RADAR MALIOBORO - Ada pepatah mengatakan marahnya orang sabar atau pendiam itu menyeramkan. Biasanya hal ini terjadi karena orang sabar atau pendiam cenderung tidak pernah terlihat marah dan menyampaikan kritik atau protes mereka dengan sabar dan lembut. Akan tetapi hal ini, dapat menjadi boomerang bagi diri mereka, karena emosi yang ditahan tersebut dapat meledak sewaktu-waktu, oleh sebab itu marahnya orang sabar atau pendiam cenderung menyeramkan.
Marah adalah bagian dari emosi manusia. Secara umum mempelajari emosi merupakan konsep yang kompleks, karena munculnya dinamika emosi pada setiap orang berbeda-beda. Marah diartikan sebagai perwujudan emosi sebab adanya pertentangan terhadap seseorang atau perasaan setelah mendapatkan perlakukan buruk yang merugikan dan mendorong untuk bertindak atau memperbaiki keadaan.
Secara sederhana marah merupakan ekspresi dari frustasi, sakit hati, kecewa, sampai perasaan terancam. Amara timbul sebagai respon kerugian atas yang dialami perasaan kita.
Selayaknya sebuah emosi yang perlu disambut, maka amarah adalah cara yang baik untuk menyambut rasa takut dan marah dapat membangun rasa percaya diri dalam merespon rasa takut tersebut akibat merasa terancam atau bahaya. Dari marah ini kemudian muncul reaksi untuk melindungi diri dengan cara lari atau melawan.
Marah berlebihan juga dapat memberikan efek negatif pada tubuh. Marah berlebih memberikan efek kognisi yang buruk kepada tubuh, seperti sakit jantung, asma kambuh, darah tinggi, dan sebagainya.
Mekanisme marah terjadi melalui kontrol otak yang terletak pada area emosi, yaitu sistem limbik. Di dalam limbik terdapat 7 bagian dengan fungsi berbeda-beda, salah satu sistemnya berfungsi mengatur emosi di otak yang bertugas memproses rasa takut bernama amigdala.
Amigdala merespon rasa takut dengan amarah dan memotivasi untuk melakukan tindakan melindungi diri dari ancaman seperti lari atau melawan. Selama prosesnya, otak akan memerintahkan kelenjar di atas ginjal untuk melepaskan zat kimiawi bernama adrenalin dan noradrenalin.
Adrenalin dan noradrenalin inilah yang membuat jantung berdebar lebih keras dari biasanya ketika kita marah, dan memungkinkan terjadi darah tinggi. Memicu tubuh untuk menghasilkan keringat, nafas menjadi lebih memburu, dan mempengaruhi kadar gula dalam darah.
Proses ini dipersiapkan oleh tubuh supaya kita siap untuk melakukan perlawanan atau lari, karena untuk melakukan hal tersebut memerlukan otot rangka yang kuat, maka memerlukan energi dari gula, aliran darah yang banyak, dan oksigen yang cukup.
Seseorang yang cenderung menahan emosi ini dapat memberikan beberapa efek negatif pada kesehatan mentalnya, sebagai berikut:
1. Menahan emosi membuat seseorang rentan mengalami depresi, karena emosi yang ditahan tersebut tidak otomatis akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun emosi tersebut akan direpress atau ditekan ke alam bawa sadar, yang apabila terjadi penumpukan emosi secara terus-menerus dapat menyebabkan depresi.
2. Kebiasaan memendam emosi negatif dapat menurunkan kesehatan imun tubuh, sehingga menimbulkan berbagai keluhan fisik, seperti sakit kepala, gangguan pencernaan hingga masalah kulit seperti jerawat.
3. Penumpukan emosi negatif dapat menyebabkan kemalasan, karena energi di dalam tubuh dihabiskan untuk menyelesaikan permasalahan emosi tersebut.
4. Yang paling sering dirasakan ketika memendam emosi adalah menjadi gampang marah atau sensitif terhadap berbagai hal. Efek samping ini akan mengganggu aktivitas dan hubungan sosial.
Menariknya, emosi marah yang dikeluarkan secara berlebihan berpotensi mengganggu kesehatan. Marah yang meledak-ledak menyebabkan keluarnya zat kimiawi bernama adrenalin yang dapat menyebabkan perubahan kebiasaan organ dalam tubuh, seperti detak jantung menjadi lebih cepat dan tekanan darah tinggi.
1. Selain penyakit jantung, marah yang berlebih meningkatkan risiko stroke;
2. Melemahkan sistem kekebalan tubuh, karena marah dapat menyebabkan penurunan kadar imunoglobulin A, yaitu pertahanan pertama sel melawan infeksi;
3. Marah dapat memperburuk masalah kecemasan;
4. Kebiasaan marah dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernafasan.
Marah termasuk ke dalam emosi negatif karena terbentuk dari perasaan tidak menyenangkan atau mengganggu. Kita tidak dapat menghindari bahwa setiap orang memiliki perasaan ini. Dianjurkan apabila mengalami emosi ini untuk menahan diri sampai akhirnya kita mampu mengubahnya menjadi kekuatan untuk melakukan hal-hal positif.
Boleh mengutarakan amarah, namun lakukan dengan cara yang baik. Cobalah untuk mengambil waktu menjauh dari penyebab marah, supaya dapat lebih tenang dan mampu mengekspresikan perasaan dengan positif. (*)
(Marina Juliana, Berbagai Sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin