SLEMAN - Sebuah kecelakaan beruntun terjadi di area parkiran Pakuwon Mall Jogja pada Jumat sore (6 Juni 2025).
Menyebabkan kerusakan pada tujuh kendaraan roda empat.
Peristiwa ini sempat terekam oleh pengunjung dan viral di media sosial.
Menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan di lingkungan parkir pusat perbelanjaan tersebut.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun TikTok @cancanngn dan kemudian tersebar luas di berbagai platform seperti Instagram dan Facebook.
Tampak tiga mobil saling bertubrukan dalam posisi berdekatan di lorong parkir.
Diduga kuat insiden ini bermula dari kesalahan seorang pengemudi.
Yang keliru menginjak pedal gas saat hendak memarkirkan mobilnya.
Sehingga kendaraan melaju secara tiba-tiba dan menabrak mobil lain di depannya.
Tabrakan pun beruntun, membuat enam mobil lainnya terdorong.
Dan mengalami kerusakan pada bagian bumper serta bodi kendaraan.
Meski tidak ada laporan korban luka, kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan.
Beberapa saksi mata menyatakan bahwa bunyi benturan terdengar cukup keras.
Dan sempat mengejutkan pengunjung yang berada di sekitar lokasi.
Para pengemudi langsung keluar dari kendaraan masing-masing.
Untuk memeriksa kerusakan dan berdiskusi mengenai tanggung jawab atas insiden tersebut.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun manajemen Pakuwon Mall terkait kejadian ini.
Namun, beberapa warganet mengkritik kondisi parkiran di mall tersebut yang dianggap sempit dan tidak diawasi dengan cukup baik oleh petugas keamanan.
Kejadian ini pun memunculkan perbincangan soal pentingnya pengawasan dan penataan ulang sistem parkir di pusat perbelanjaan, terutama yang ramai dikunjungi seperti Pakuwon Mall Jogja.
Hingga Sabtu pagi, video insiden ini telah ditonton puluhan ribu kali dan menuai berbagai komentar dari netizen.
Banyak di antaranya menyarankan agar pengunjung lebih berhati-hati saat mengemudi di area parkir.
Serta meminta pihak mall meningkatkan pengawasan dan keamanan di lokasi parkir untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.
(Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Iwa Ikhwanudin