RADAR MALIOBORO – Polemik royalti yang menyeret nama penyanyi senior Ari Lasso akhirnya mendapatkan titik terang. Wahana Musik Indonesia (WAMI) sebagai lembaga manajemen kolektif (LMK) yang mengelola royalti musik di Tanah Air memberikan klarifikasi resmi, memastikan bahwa tidak ada kesalahan hitung ataupun pengurangan hak dari mantan vokalis Dewa 19 tersebut.
Kasus ini bermula pada awal Agustus 2025 ketika Ari Lasso memposting keluhannya di akun Instagram pribadi. Dalam unggahan itu, ia mempertanyakan transparansi WAMI setelah menerima laporan royalti yang disebutnya “hanya ratusan ribu rupiah” untuk karya-karya lagu yang sudah melegenda di Indonesia. Ucapan tersebut langsung viral dan menuai beragam komentar. Sebagian netizen bersimpati, merasa prihatin dan menganggap penghargaan terhadap musisi di Indonesia masih rendah. Ada pula yang menuding sistem pengelolaan royalti di Tanah Air kurang transparan dan perlu reformasi besar-besaran.
Menanggapi gejolak di publik, WAMI menegaskan bahwa nominal yang diterima Ari Lasso sesungguhnya jauh lebih besar. Permasalahan muncul karena adanya kesalahan teknis dalam pengiriman email laporan. Laporan yang dikirim ke Ari Lasso hanya mencantumkan data distribusi royalti untuk periode Juli 2025, bukan total akumulasi royalti tahunan.
“Kesalahan itu langsung kami sadari dalam hitungan menit dan laporan yang benar telah kami kirimkan kembali. Distribusi royalti kepada Ari Lasso sudah dilakukan dengan benar dan tepat sasaran,” jelas WAMI dalam keterangan tertulis.
WAMI juga memaparkan bahwa sistem distribusi royalti mereka berbasis pada data resmi penggunaan karya musik dari berbagai platform dan venue. Untuk mencegah kesalahan serupa, mereka berkomitmen memperketat proses verifikasi laporan, menambah lapisan pemeriksaan sebelum dokumen dikirimkan, serta meningkatkan keamanan dan akurasi data.
Polemik ini memunculkan kembali diskusi publik soal tata kelola royalti di Indonesia. Banyak musisi mengeluhkan pendapatan royalti yang dianggap tak sebanding dengan popularitas lagu, terutama di era digital di mana musik lebih sering dikonsumsi lewat streaming. Di sisi lain, LMK seperti WAMI menghadapi tantangan dalam mengumpulkan dan mendistribusikan royalti dari berbagai sumber dengan jumlah data yang masif.
Meski sedang menjadi topik panas di media sosial, WAMI berharap klarifikasi ini bisa meluruskan kesalahpahaman dan memulihkan kepercayaan para pencipta lagu. Ari Lasso sendiri belum memberikan pernyataan lanjutan pasca penjelasan resmi dari WAMI.
(Aulia Freza Fitriani)