Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mitos Nyi Roro Kidul dan Hubungannya dengan Para Presiden Indonesia

Iwa Ikhwanudin • Senin, 6 Oktober 2025 - 13:12 WIB
Karya seni Kanjeng Ratu Kidul oleh Gunawan Kartapranata.
Karya seni Kanjeng Ratu Kidul oleh Gunawan Kartapranata.

RADAR MALIOBORO – Nyi Roro Kidul adalah figur legenda dalam mitologi Jawa dan Sunda yang dikenal sebagai Ratu Laut Selatan atau penguasa gaib Samudra Hindia di selatan pulau Jawa.

Menurut berbagai versi cerita, Nyi Roro Kidul diyakini memiliki hubungan mistis, seperti “pernikahan gaib” dengan raja-raja Jawa seperti Panembahan Senopati (pendiri Kerajaan Mataram) hingga Sultan-sultan Yogyakarta dan Surakarta.

Dalam tradisi keraton Jawa, sosok ini sering dijadikan sebagai simbol legitimasi spiritual, di mana penguasa suatu wilayah dipercaya bukan hanya berkuasa di daerahnya, tetapi juga harus memiliki restu dari alam gaib.

Ada beberapa tokoh pemimpin Indonesia yang diduga memiliki hubungan batin dengan sosok mistis ini. Bahkan, peristiwa pergantian kekuasaan seringkali juga dihubungkan dengan “restu” dari sang Nyi Roro Kidul.

Salah satu mitos paling populer di masyarakat adalah bahwa Presiden Soekarno pernah “menikah” secara gaib dengan Nyi Roro Kidul agar mendapat legitimasi spiritual dan kekuatan atas laut Indonesia.

Beberapa sumber mengungkap bahwa Soekarno secara terbuka pernah menyebut nama Nyi Roro Kidul dalam sebuah pidatonya di dermaga Angkatan Laut, Surabaya, pada 6 Januari 1961. Presiden pertama Indonesia itu mengatakan “tidak ada pemimpin yang kuat jika tidak kawin dengan Ratu Kidul.”

Namun, tidak ada bukti historis yang jelas bahwa pernikahan tersebut benar-benar terjadi. Beberapa pengamat dan penulis menyatakan bahwa ungkapan Soekarno itu lebih bersifat simbolis, yang menganalogikan bahwa penguasa Nusantara harus dekat dengan laut agar negara kepulauan ini kuat.

Ada pula sebuah narasi yang beredar bahwa Soekarno sering menyepi di Pantai Selatan, melakukan pertapaan, dan mengunjungi tempat-tempat keramat agar memperoleh kekuatan spiritual.

Terdapat sebuah kamar bernomor 308 di Hotel Grand Inna Samudera, Pelabuhan Ratu, yang diklaim sebagai kamar “langganan” Nyi Roro Kidul. Kamar ini disebut selalu dihiasi warna hijau (warna yang dianggap keramat bagi sang Ratu Kidul) dan dijaga agar selalu siap untuk “dikunjungi.”

Beberapa sumber menyebut Soekarno turut terlibat penataan hotel tersebut. Cerita yang beredar juga menyatakan bahwa kamar ini menjadi tempat “pertemuan” simbolis antara para penguasa dengan sang Ratu Laut Selatan.

Legenda yang mengaitkan pemimpin Indonesia dengan kekuatan gaib tidak berhenti pada Soekarno. Beberapa sumber dan tulisan populer menyebut bahwa Soeharto pun menjaga tradisi spiritual, melakukan tirakat, semedi, dan dicurigai memiliki ikatan gaib dengan alam, meskipun tidak spesifik dikatakan sebagai “hubungan” dengan Nyi Roro Kidul.

Berbeda dengan era Orde Lama dan Orde Baru, Joko Widodo tidak pernah secara terbuka dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul.

Namun, beberapa paranormal mengklaim bahwa Jokowi memiliki khodam pendamping. Ada juga cerita populer bahwa pasukan gaib Laut Selatan ikut “mengawal” pelantikan Jokowi beberapa tahun silam. Program maritim Jokowi seperti tol laut juga dianggap sebagai “tanda restu” dari penguasa laut.

Mitos lain menyebutkan bahwa Jokowi sebaiknya berhati-hati mengunjungi wilayah wingit seperti Kediri, karena dipercaya ada kutukan yang membuat pemimpin nasional tidak bertahan lama setelah datang ke sana.

Kisah-kisah ini, baik terhadap Soekarno, Soeharto, maupun Jokowi, menunjukkan bagaimana mitos dan spiritualitas Jawa masih memengaruhi cara masyarakat memandang kepemimpinan.

Lalu, apakah benar para presiden Indonesia memiliki hubungan dengan Nyi Roro Kidul?

Tidak ada bukti historis yang meyakinkan. Namun, yang jelas, mitos ini tetap hidup dan memperkaya budaya Indonesia.

(Maulina)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#nyi roro kidul #laut selatan #Penguasa