Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Bahayakah Diet Hanya Makan Buah Saja? Kisah Tragis Karolina Krzyzak, Warga Polandia yang Meninggal Karena Malnutrisi di Bali

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 10 Oktober 2025 | 19:03 WIB
Potret Karolina Krzyzak pada unggahan Instagramnya tahun lalu.
Potret Karolina Krzyzak pada unggahan Instagramnya tahun lalu.

RADAR MALIOBORO – Publik di media sosial dan media internasional dikejutkan oleh kabar meninggalnya seorang perempuan asal Polandia di Bali yang diduga menjalani diet ekstrem. Perempuan bernama Karolina Krzyzak (27) dilaporkan meninggal akibat malnutrisi parah setelah menjalani pola makan fruitarian dalam waktu lama.

Menurut laporan dari media Inggris seperti The Sun dan Mirror, Karolina diketahui hanya mengonsumsi buah-buahan sejak usia 19 tahun. Ia disebut sangat disiplin dengan pola makannya, bahkan menolak makanan lain yang mengandung protein atau lemak.

Mantan mahasiswa Universitas Leeds itu bepergian ke Bali pada Desember 2024 dan menginap di Sumberkima Hill. Saat itu, staf hotel langsung menyadari kondisi fisiknya yang memburuk. Bahkan, mereka diberitahu soal persyaratan diet Karolina yang meminta untuk hanya disajikan buah dan buah tersebut harus diantarkan langsung ke kamarnya.

Staf juga sempat mengkhawatirkan kondisi fisiknya yang semakin lemah, namun Karolina dikabarkan menolak pemeriksaan medis. Pada awal Oktober 2025, Karolina ditemukan meninggal dunia di kamarnya. Tubuhnya sangat kurus, dengan berat diperkirakan hanya sekitar 22 kilogram.

Dikutip dari sumber Mirror, Karolina mengungkap melalui Instagram bahwa veganisme telah “membuka matanya terhadap begitu banyak hal,” dan dia merasa bersyukur telah menerapkannya. Ia juga sering mengadakan sesi siaran langsung dan menerima pujian dari followersnya atas bentuk tubuhnya yang kurus. Namun, dari foto-foto yang Karolina unggah, sudah terlihat tanda-tanda malnutrisi seperti gigi membusuk dan kuku menguning.

Lalu, apa sebenarnya diet fruitarian yang merenggut nyawa Karolina?

Diet fruitarian adalah pola makan ekstrem yang hanya mengandalkan buah-buahan sebagai sumber energi utama. Sejumlah orang menjalani pola makan ini karena alasan detoks atau kepercayaan spiritual, namun para ahli gizi menilai diet ini sangat beresiko.

Menurut Cleveland Clinic, diet fruitarian berpotensi menyebabkan kekurangan protein, zat besi, vitamin B12, dan kalsium. Meskipun buah memang memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh, kita sebaiknya membatasi konsumsi buah tidak lebih dari 25% hingga 30% dari total asupan makanan untuk menghindari ketidakseimbangan nutrisi.

Baca Juga: Efek Shutdown Amerika Ancaman Baru bagi Ekonomi Indonesia

Selain itu, hanya mengandalkan buah juga berpotensi mengakibatkan diabetes, gangguan metabolisme, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh. Konsumsi buah yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah pada gigi akibat kadar asam yang tinggi.

Tubuh manusia membutuhkan keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Buah memang mengandung banyak serat dan antioksidan, tetapi sangat minim protein dan lemak sehat.

Ketika kekurangan asupan tersebut, tubuh akan mulai “memakan” jaringan otot sendiri untuk bertahan hidup, yang dapat berujung pada kerusakan organ vital jika berlangsung lama.

Kasus Karolina menambah daftar panjang korban tren diet ekstrem di media sosial. Banyak influencer yang mempromosikan pola makan “alami” tanpa memperhatikan dasar ilmiah. Perlu diingat bahwa diet ekstrem justru dapat berisiko memicu kekurangan gizi hingga kematian jika dilakukan tanpa pengawasan medis.

Sebelum memulai program diet apapun, alangkah baiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.

(Maulina)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#ketat #makan #buah #diet