RADAR MALIOBORO – Taylor Swift kembali mengguncang lewat lirik yang sangat jujur dan berhasil menusuk hati di lagunya yang berjudul ‘Opalite’. Lagu ini bukan hanya sekadar melodi dreamy yang membiuas, melainkan juga surat mengenai perjalanan penyembuhan setelah cinta yang menyakitkan.
Lewat line yang berani, “My brother used to call itu, ‘Eating out of the trash”, ia menantang pendengar berhenti untuk kembali pada hubungan toxic di masa lalu. “Opalite” merupakan sebuah metafora yang digambarkan melalui perubahan langit dari “onyx night” (gelap dan kelam) menjadi “opalite” (indah, jernih, dan penuh harapan), melalui ini taylor ingin mengatakan bahwa setiap orang punya kekuatan untuk menciptakan kebahagiaannya sendiri setelah badai berlalu.
“Opalite” Taylor Swift menggunakan kristal buatan sebagai metafora untuk kebahagiaan yang diciptakan sendiri. Inti dari lagu ini adalah menggambarkan transisi emosional dari kegelapan menuju ketenangan yang jernih. Ini adalah pengakuan bahwa meski hidup penuh badai, kita harus bertanggung jawab untuk membuat cahaya dan kedamaian kita sendiri, tanpa menunggu bantuan dari luar. Pesan akhirnya jelas, bahwa kegagalan membawa kebebasan, dan kekuatan untuk menyembuhkan serta menemukan keindahan baru berada sepenuhnya di tangan kita.
Pesan lagu ini juga diperkuat oleh dukungan sang ibu, “Your were dancing through the lightning strikes,” yang memvalidasi sulitnya proses move on. Pada dasarnya makna dari lagu “Opalite” adalah mengajarkan bahwa setelah menghadapi rasa sakit dan kegagalan, kita harus bangkit dan mencciptakan cahaya sendiri (“You had to make your own sunshine”), membuktikan bahwa kedamaian dan keindahan baru bisa ditemukan setelah badai emosional berlalu.
(Hanifah Okta Romadhoni)
Editor : Iwa Ikhwanudin