Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Filipina Tetapkan Status Bencana Nasional Usai Topan Kalmaegi Tewaskan 144 Orang

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 7 November 2025 - 05:46 WIB

Ratusan warga mengungsi setelah Topan Kalmaegi (Sumber: BBC)
Ratusan warga mengungsi setelah Topan Kalmaegi (Sumber: BBC)


RADAR MALIOBORO – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr resmi menetapkan status bencana nasional setelah Topan Kalmaegi menerjang wilayah tengah negara itu dan menewaskan sedikitnya 144 orang. Badai yang dikenal secara lokal sebagai Tino ini memicu banjir besar di Pulau Cebu, menyebabkan kehancuran luas dan mengungsi massal.

Baca Juga: Sakit Kepala Tak Selalu Serius, Ini 4 Cara Sederhana Mengatasinya di Rumah

Cebu menjadi wiayah terdampak paling parah, dengan 71 korban jiwa dan lebih dari 127 orang dilaporkan hilang. Tambahkan 28 kematian juga dilaporkan oleh otoritas lokal, belum termasuk dalam data nasional. Banjir berlumpur menyapu permukiman, menghanyutkan bangunan kecil, dan meninggalkan lapisan lumpur tebal di rumah-rumah warga. 

Baca Juga: Isu Perselingkuhan Jule: Na Daehoon Batal Ceraikan? Ini Penjelasan Pengadilan

Presiden Marcos menyebut cakupan dampak yang melibatkan 10 hingga 12 daerah sebagai alasan utama penetapan status bencana. Langkah ini memungkinkan pemerintah mengakses dana darurat dan mempercepat distribusi bantuan. “Ini bukan hanya kerusakan, tapi gangguan besar terhadap kehidupan masyarakat,” ujarnya. 

Baca Juga: Sentuhan Masa Lalu di Dapur: Resep Jajanan Lawas yang Bikin Rindu! Begini Cara Membuatnya!

Lebih dari 400.000 warga telah mengungsi dari Cebu, rumah bagi 2,5 juta orang. Di antara korban tewas, enam di antaranya adalah awak helicopter militer yang jatuh saat menjalankan misi bantuan di Pulau Mindanao. 

Baca Juga: Pesona Adat Jawa: Jenis Baju Pengantin Yogyakarta yang Anggun Banget!

Warga yang kembali ke rumah mereka menggambarkan kondisi yang memilukan. Jel-an Moira Servas, warga Mandaue, mengatakan rumahnya terendam air setinggi pinggang dalam hitungan menit. “Kami hanya sempat membawa makanan dan barang eketronik. Sekarang semuanya berantakan dan penuh lumpur,” jelasnya. 

Baca Juga: Komdigi Soroti Fenomena Fotografer Jalanan, Ingatkan Pentingnya Izin dan Privasi Publik

Relawan penyelamat Carlos Jose Lañas menyebut banjir kali ini sebagai yang terburuk yang pernah ia alami. “Hampir semua Sungai di Cebu meluap. Bahkan tim tanggap darurat kewalahan,” katanya. 

Baca Juga: Nggak Harus Nasi! Ini Deretan Makanan Pengganti Nasi yang Aman untuk Penderita Diabetes

Topan Kalmaegi adalah siklon tropis ke-20 yang melanda Filipina tahun ini, menyusul dua topan sebelumnya yang juga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Badai ini meninggalkan Filipina pada Kamis pagi dan kini bergerak menuju Vietnam, yang juga tengah berjuang menghadapi banjir besar. Thailand turut bersiap menghadapi dampak lanjutan berupa banjir bandang dan tanah longsor. 

Baca Juga: APKLINDO DIY Gelar Edukasi Interaktif: Kupas Tuntas Strategi Perencanaan Pajak di Era Coretax System

Pemerintah Filipina kini fokus pada pemulihan dan antisipasi badai berikutnya, Uwan, yang diperkirakan akan melanda akhir pekan ini. 

(Hanifah Okta)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Topan Kalmaegi #Filipina #Topan Kalmaegi di Filipina #bencana