Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Latvia Hadapi Penurunan Populasi Pria, Dampaknya Mulai Terasa Secara Sosial

Iwa Ikhwanudin • Senin, 5 Januari 2026 - 13:34 WIB
Perempuan Latvia mengalami kekurangan pria (NDTV)
Perempuan Latvia mengalami kekurangan pria (NDTV)

RADAR MALIOBORO - Populasi laki-laki di negara Latvia terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan jumlah pria di negara bekas Uni Soviet tersebut semakin tertinggal dibandingkan populasi perempuan.

Berdasarkan data Eurostat, Latvia kini memiliki sekitar 86–87 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Artinya, jumlah perempuan tercatat sekitar 15,5 persen lebih banyak dibandingkan laki-laki. Angka ini menjadi salah satu kesenjangan gender terbesar di kawasan Uni Eropa.

Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti angka harapan hidup laki-laki yang lebih rendah, tingkat kematian yang tinggi di usia produktif, serta arus migrasi keluar negeri yang didominasi kaum pria. Banyak laki-laki Latvia memilih bekerja dan menetap di negara lain di Eropa Barat untuk mencari penghasilan yang lebih baik.

Selain itu, masalah kesehatan juga menjadi penyebab signifikan. Tingginya konsumsi alkohol, penyakit jantung, serta gaya hidup tidak sehat membuat angka kematian pria di Latvia tergolong tinggi dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.

Dampak ketimpangan ini mulai terasa dalam kehidupan sosial. Seorang pekerja festival bernama Dania, dikutip media internasional New York Post, mengatakan ketimpangan itu tampak jelas di tempat kerja.

“Hampir semua rekan kerja saya perempuan. Saya menyukai suasananya, tapi keseimbangan gender tentu akan membuat interaksi sosial lebih hidup,” ujarnya.

Sementara itu, warga lain bernama Zane menyebut keterbatasan jumlah pria membuat sebagian perempuan Latvia memilih mencari pasangan ke luar negeri.

“Banyak perempuan bepergian ke luar negeri karena pilihan pasangan di sini sangat terbatas,” katanya.

Kondisi tersebut juga memunculkan fenomena sosial baru. Beberapa perempuan Latvia kini memanfaatkan layanan “husband for an hour”, yakni jasa pekerja laki-laki untuk membantu pekerjaan rumah tangga seperti perbaikan, pemasangan, hingga pekerjaan teknis ringan. Layanan ini disediakan oleh platform daring lokal dan dilaporkan semakin diminati.

(Affrendi Kurniawan)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#penurunan #Hadapi #pria #populasi #latvia