RADAR MALIOBORO — Sebuah kafe di kawasan Canggu, Bali, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial karena menyajikan minuman matcha menggunakan kemasan menyerupai infus medis bertuliskan “D5 Dextrose Monohydrate” dan nama Otsuka. Penampilan minuman tersebut menuai kontroversi karena identik dengan cairan infus rumah sakit.
Perbincangan bermula dari unggahan warganet di platform X yang mempertanyakan asal-usul kemasan infus yang digunakan kafe tersebut. Sejumlah netizen menyuarakan kekhawatiran terkait keamanan, higienitas, serta potensi penggunaan kemasan medis, bahkan mendesak adanya klarifikasi dari pihak kedai dan pemilik merek yang tercantum.
Menanggapi viralnya isu tersebut, PT Otsuka Indonesia akhirnya buka suara. Perusahaan menegaskan bahwa minuman matcha yang menggunakan kemasan infus tersebut bukan merupakan produk Otsuka dan berada di luar tanggung jawab perusahaan.
Baca Juga: Ini Sejumlah Faktor yang Diduga Jadi Penyebab Doraemon Tak Lagi Tayang di RCTI
“Sehubungan dengan beredarnya produk minuman Buba Tea yang menggunakan kemasan infus di media sosial, kami sampaikan bahwa produk tersebut bukan produk Otsuka. Oleh karena itu, segala risiko yang timbul sepenuhnya bukan merupakan tanggung jawab PT Otsuka Indonesia,” demikian pernyataan resmi perusahaan.
PT Otsuka Indonesia juga menyebut penggunaan kemasan tersebut terindikasi sebagai penyalahgunaan merek dan kemasan dari salah satu produk cairan infus medis yang diproduksi perusahaan.
Menurut Otsuka, penggunaan atribut yang identik dengan produk kesehatan berpotensi menyesatkan konsumen.
Lebih lanjut, Otsuka menegaskan seluruh produknya diproduksi sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Baca Juga: Bus Para Peziarah Terbakar di Tol Japek, Diduga Akibat Korsleting Sound System
Perusahaan juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi produk dengan memperhatikan aspek keamanan dan higienitas.
Pihak kafe belum memberikan penjelasan resmi terkait sumber kemasan infus yang digunakan. Kasus ini masih terus menjadi perbincangan luas di media sosial dan memicu perhatian publik terhadap praktik pemasaran ekstrem di industri kuliner.
(Alena Mutiara)