Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dadan Hindayana Ditangkap Kejagung, Korupsi Program Makan Bergizi Gratis MBG Prabowo Diusut

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 5 Juni 2026 | 12:49 WIB
 Penangkapan ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopotnya dari jabatan.Dadan ditahan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, yaitu Sony Sonjaya (atau Sony Sanjaya) dan Lodewyk Pusung.
Penangkapan ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopotnya dari jabatan.Dadan ditahan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, yaitu Sony Sonjaya (atau Sony Sanjaya) dan Lodewyk Pusung.

Jakarta – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penangkapan ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopotnya dari jabatan.Dadan ditahan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, yaitu Sony Sonjaya (atau Sony Sanjaya) dan Lodewyk Pusung.

Ketiganya ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan program andalan pemerintah tersebut untuk periode 2025-2026.

Menurut Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi, penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup.

Baca Juga: God Of War Laufey Akan Segera Release, ini dia Reveal Combat Gameplaynya!

Dugaan penyimpangan meliputi manipulasi pemilihan mitra yayasan penyedia layanan gizi, dugaan "jual beli" hak pengelolaan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), intervensi verifikasi, serta mark-up harga pengadaan barang, termasuk ribuan motor listrik.

Program MBG yang digadang-gadang Presiden Prabowo ini memiliki anggaran triliunan rupiah dan menargetkan penyediaan makan bergizi gratis bagi sekitar 90 juta anak sekolah serta ibu hamil guna mengatasi stunting dan malnutrisi.

Namun, sejak peluncuran, program ini kerap menuai kritik karena kasus keracunan makanan massal di beberapa daerah serta isu pengadaan yang dianggap tidak relevan.

Presiden Prabowo Subianto sendiri telah mencopot Dadan Hindayana dan kedua wakilnya pada Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Bosan dengan Rendang? Terik Bisa Jadi Alternatif Olahan Daging Sapi

Prabowo menyatakan keputusan itu diambil setelah menerima berbagai laporan dan melakukan evaluasi internal.

Investigasi Kejagung masih berlangsung untuk menghitung pasti kerugian negara.

Sebelumnya, indikasi mark-up pada pengadaan kendaraan operasional, peralatan, hingga barang non-gizi seperti sepatu sempat menjadi sorotan publik dan LSM antikorupsi.

Dadan Hindayana yang sebelumnya dikenal vokal membela program ini, bahkan pernah menyatakan tidak mungkin ada korupsi karena sistem virtual account dan tanda tangan ganda.

Baca Juga: Kilas Balik “Seporsi Berposisi”: Ruang Merefleksikan Dinamika Kehidupan yang Berjalan Begitu Cepat

Kini pernyataannya itu menjadi bahan cibiran netizen.

Kasus ini langsung menjadi perhatian nasional dan internasional, termasuk liputan Al Jazeera.

Banyak pihak menilai program MBG perlu dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari tata kelola, pengawasan, hingga prioritas anggaran negara.

Bagi masyarakat Jogja dan DIY, program ini juga menjadi perhatian karena implementasinya menyasar ribuan siswa sekolah.

Baca Juga: Bukan Hal Baru, Kisah Cinta Beda Agama Ternyata Sudah Abadi di Candi Plaosan Sejak Zaman Mataram Kuno

Warga berharap kasus korupsi ini tidak mengganggu kelanjutan penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak, sekaligus menjadi pelajaran agar pengawasan lebih ketat.

Kejagung menyatakan penyidikan masih terus dilakukan, termasuk pemeriksaan saksi dan pengembangan dugaan keterlibatan pihak lain.

Ketiga tersangka ditahan di Rutan Salemba untuk 20 hari ke depan.

Apakah ini hanya "pembersihan" atau ada praktik sistemik?

(Sumber: Kejagung RI, Al Jazeera, Reuters, dan berbagai laporan resmi. Update per 5 Juni 2026)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Dadan Hindayana #mbg prabowo #Makan Bergizi Gratis #Mbg #korupsi