Frankfurt, Jerman – Sebuah pesawat Boeing 787-9 Dreamliner milik Lufthansa mengalami insiden langka saat parkir di gate.
Nose landing gear pesawat tiba-tiba ambruk pada Kamis, 4 Juni 2026, menyebabkan hidung pesawat menghantam aspal dan melukai beberapa awak serta staf darat.
Insiden terjadi sekitar pukul 12.45 waktu setempat di Terminal 1 Bandara Frankfurt (FRA), saat pesawat bernomor registrasi D-ABPQ sedang dipersiapkan untuk penerbangan LH450 menuju Los Angeles.
Pesawat yang baru berusia sekitar lima bulan ini masih berada di fase pra-penerbangan.
Penumpang belum naik, hanya kru kabin dan staf ground handling yang berada di dalam pesawat.
Menurut pernyataan resmi Lufthansa, nose gear pesawat “secara tidak terduga retract” saat parkir di gate.
Akibatnya, hidung pesawat jatuh ke tanah dan menyebabkan kerusakan pada bagian depan fuselage serta nose section.
Beberapa karyawan mengalami luka ringan dan langsung mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Baca Juga: Ironi Kamar Kosong: Menggugat Ketergantungan Struktural Perhotelan pada APBN
Pesawat D-ABPQ merupakan salah satu armada terbaru Lufthansa dengan interior Allegris kelas premium.
Pesawat ini baru dikirimkan pada Januari 2026 dan mulai beroperasi Februari 2026.
Insiden ini membuat penerbangan LH450 ke Los Angeles dibatalkan, dan pesawat ditarik ke hangar untuk pemeriksaan mendalam.
Diperkirakan pesawat akan out of service dalam waktu yang cukup lama.
Baca Juga: Di Balik Algoritma FYP: Mengapa Konten Parodi Disabilitas Lebih Cepat Viral?
Lufthansa menyatakan sedang bekerja sama dengan otoritas Jerman, Boeing, serta investigator untuk mencari penyebab pasti insiden.
Sementara itu, Bandara Frankfurt telah mengkonfirmasi tidak ada penumpang yang terdampak.
Insiden ini menambah sorotan terhadap Boeing, meski pesawat masih sangat baru.
Video CCTV yang beredar di media sosial menunjukkan momen dramatis saat hidung pesawat tiba-tiba jatuh, membuat staf di sekitar berlarian menghindar.
Baca Juga: Dadan Hindayana Ditangkap Kejagung, Korupsi Program Makan Bergizi Gratis MBG Prabowo Diusut
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai penyebab teknis, apakah faktor maintenance, prosedur, atau isu manufaktur.
Editor : Iwa Ikhwanudin