YOGYAKARTA - Bagi para pencinta astronomi dan pengamat langit malam, istilah Strawberry Moon tentu sudah tidak asing lagi. Fenomena alam yang menampilkan keindahan bulan purnama ini selalu sukses menarik perhatian publik global setiap tahunnya.
Namun, benarkah bulan akan benar-benar berubah warna menjadi merah muda atau merah cerah seperti buah stroberi saat fenomena ini terjadi?
Apa Itu Fenomena Strawberry Moon?
Secara astronomis, Strawberry Moon sebenarnya adalah sebutan tradisional untuk fenomena Bulan Purnama Juni (June's Full Moon).
Ini adalah momen ketika posisi bulan berada di sisi bumi yang berlawanan dengan matahari, sehingga seluruh permukaannya memantulkan cahaya matahari secara penuh dan tampak bulat sempurna dari bumi.
Purnama ini biasanya terjadi menjelang atau sesudah Summer Solstice (titik balik matahari musim panas) di belahan bumi utara, menandai puncak dari pergantian musim.
Asal-usul Nama: Bukan Karena Warna Bulan
Berbeda dengan ekspektasi banyak orang, nama Strawberry Moon sama sekali tidak ada hubungannya dengan warna atau bentuk bulan yang berubah menjadi kemerahan. Penamaan unik ini berasal dari tradisi budaya kuno di Amerika Utara.
Masyarakat adat Amerika Utara, salah satunya adalah suku Algonquin, menggunakan penanggalan bulan untuk melacak pergantian musim. Bagi mereka, bulan purnama yang muncul di bulan Juni menandai waktu yang sangat spesifik, yaitu puncak musim panen stroberi liar di wilayah tersebut.
Karena stroberi liar asli Amerika tumbuh subur dan siap dipetik pada bulan Juni, mereka menamai purnama ini sebagai Strawberry Moon sebagai penanda alami bagi kalender pertanian mereka.
Di belahan dunia lain, purnama Juni ini juga memiliki nama tradisional yang berbeda sesuai budaya setempat:
Mead Moon / Honey Moon: Di Eropa, nama ini merujuk pada waktu panen madu untuk membuat minuman mead.
Rose Moon: Beberapa kebudayaan Eropa juga menyebutnya demikian karena bertepatan dengan musim mekarnya bunga mawar.
Bulan Purnama Poson: Di Sri Lanka, purnama ini bertepatan dengan festival keagamaan menyambut masuknya ajaran Buddha.
Bagaimana Warna Bulan yang Sebenarnya Saat Fenomena Ini?
Baca Juga: Bahaya Cognitive Surrender: Saat Ketergantungan AI Mulai Mengikis Daya Pikir Kritis
Meskipun namanya tidak merujuk pada warna, Strawberry Moon terkadang memang bisa memperlihatkan semburat warna yang unik saat terbit atau terbenam.
Karena posisi matahari di bulan Juni berada sangat tinggi di langit belahan bumi utara, maka posisi bulan purnama sebaliknya akan cenderung berada lebih rendah di dekat garis cakrawala (horizon).
Ketika bulan berada di posisi rendah, cahayanya harus melewati lapisan atmosfer bumi yang lebih tebal sebelum sampai ke mata kita. Proses ini menyaring gelombang cahaya biru yang pendek dan menyisakan gelombang cahaya merah yang lebih panjang.
Akibatnya, Strawberry Moon sering kali tampak berwarna kuning keemasan yang hangat, oranye, atau bahkan kemerahan samar, mirip dengan efek visual matahari terbit. Namun, begitu bulan mulai naik tinggi ke atas langit, warnanya akan kembali menjadi putih terang seperti purnama pada umumnya.
Fenomena tahunan ini menjadi pengingat visual yang indah tentang bagaimana alam semesta bekerja sekaligus bagaimana manusia sejak zaman dahulu memanfaatkan benda langit sebagai pemandu kehidupan mereka. (Tita Aurelia Pitaloka)
Editor : Bahana.